Demokrat Naik, Golkar-PDIP Turun
Survei Terbaru soal Elektabilitas Parpol setelah Angket Century
Senin, 10 Mei 2010 – 12:03 WIB
Sementara itu, Amir mengatakan bahwa kelompok oposisi maupun pseudokoalisi mungkin menganggap sikap mereka heroik. Namun, masyarakat yang punya penilaian lain justru tidak mengapresiasi sikap itu. Dia lantas mencontohkan, Boediono seolah pesakitan saat pemeriksaan pansus. "Ada yang menyampaikan pernyataan, belum dijawab, sudah ditegur. Publik menonton kejadian itu. Yang muncul bukan antipati, justru simpati (terhadap Boediono, Red)," ungkap Amir.
Selain itu, lanjut Amir, banyak tokoh partai oposisi maupun pseudokoalisi yang kebetulan mengalami proses hukum di KPK. "Di tengah gempuran, kepercayaan terhadap Demokrat malah meningkat. Mungkin perlu dilanjutkan gempuran itu," katanya pula, sambil lantas tersenyum.
Di pihak lain, Ade menyatakan kaget dengan temuan tersebut. Sebelumnya, dia optimistis karena data LSI per Maret 2010 menunjukkan bahwa Golkar mendapatkan 14 persen dukungan publik. "Tapi, tidak usah terlalu ambil pusing. Pemilu masih lama, masih empat tahun lagi. Masih banyak waktu untuk melakukan perubahan," paparnya.
Ade menambahkan, temuan LSI tersebut merupakan sinyal buat parlemen. Suatu tugas mulia di DPR tidak boleh dikotori dengan langkah politik yang tidak rasional. Menurutnya, temuan itu sekaligus mengkonfirmasikan bahwa usul hak menyatakan pendapat tidak mendapatkan dukungan publik yang signifikan. "Maka, Golkar tidak memerintahkan atau melarang, itu urusan anggota," jelasnya pula.
JAKARTA - Sikap kritis atau beroposisi dalam Pansus Hak Angket Bank Century belum mampu mendongkrak pengaruh positif publik terhadap sejumlah partai
BERITA TERKAIT
- Akun Medsos PJ Bupati Temanggung Diserang Warganet: Stop Cawe-Cawe
- 3 Pejabat di Banggai Diduga Langgar Aturan Netralitas ASN, Gakkumdu Ancam Jemput Paksa
- Aktivis Dorong Semua Pihak Mewujudkan Pilkada Maluku Utara Aman dan Nyaman
- Hasto Bakal Kirim Buku Pak Sabam Biar Ara Sirait Melakukan Perenungan
- Prabowo Seorang Kesatria, Harus Tegas Hadapi Cawe-Cawe Jokowi di Pilkada
- Tuduh Ara Bermain SARA di Pilkada Jakarta, PDIP Bakal Tempuh Langkah Hukum