Demokrat Tak Takut Poros Tengah
Anas Yakin Pendukung Pemerintah Tak Pecah
Senin, 07 November 2011 – 07:08 WIB

Demokrat Tak Takut Poros Tengah
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keberadaan Poros Tengah. Keberadaan poros politik yang dimotori sejumlah partai koalisi tersebut diyakini tidak akan mengusik keberadaan koalisi partai pemerintah yang tergabung dalam sekretariat gabungan (setgab). Jadi, benar-benar tidak khawatir dengan keberadaan poros ini? Anas enggan menanggapi secara langsung. "Yang pasti ada poros koalisi lah," kelit mantan anggota KPU tersebut.
Dia memilih melihat secara positif keberadaan blok partai yang muncul sebagai respon perbedaan pandangan terkait besaran parliamentary threshold (PT) tersebut. Apalagi, persoalan PT atau ambang batas suara untuk meraih kursi di DPR itu, sebenarnya juga hanya bagian kecil dari seluruh rangkain agenda revisi UU Pemilu, yang kini sedang berjalan. "Kalau (pembentukan poros) sebagai kontestasi ide, kontestasi pemikiran, tidak ada masalah," ujar Anas Urbaningrum, disela kegiatan pemotongan hewan korban DPP Partai Demokrat, di Jakarta, kemarin (6/11).
Bahkan, lanjut dia, kalau perlu bukan hanya poros tengah yang muncul. Poros-poros lain, semisal, poros pengamat atau poros analis juga akan sangat baik dimunculkan sebagai upaya memperkaya bahasan RUU Pemilu di DPR. "Jadi, saya kira semua itu bagus-bagus saja," imbuh Anas, tetap dengan ekspresi tenang.
Baca Juga:
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keberadaan Poros Tengah. Keberadaan poros
BERITA TERKAIT
- Ahmadi Nur Supit Isyaratkan Regenerasi di SOKSI
- Banyak Gugatan Hasil Pilkada 2024, Legislator PDIP Kritik Kerja KPU
- Dana Otsus Kena Pemotongan, Senator Filep Wamafma Sampaikan 4 Poin Pandangannya
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh