Demonstran Pendukung Papua Merdeka Desak Australia Setop Menjual Senjata ke Indonesia

Para demonstran di Brisbane, Australia, mendesak perusahaan-perusahaan pabrik senjata terbesar di dunia untuk menghentikan penjualan produk mereka ke Indonesia atas tindakan militernya di 'West Papua'
Seruan ini dilontarkan dalam ajang pameran persenjataan 'Land Forces Australia Expo' di Brisbane Convention and Exhibition Centre yang berlangsung dari 1 hingga 3 Juni 2021 kemarin.
Aksi demonstrasi berlangsung selama dua kali, termasuk yang dilakukan pada hari Rabu ketika sekitar 20 aktivis berhasil menerobos masuk ke arena pameran dari pintu samping yang tak terkunci.
Dari laporan ABC, setelah berada di dalam pada sekitar Pukul 2:30 siang, beberapa aktivis kemudian memanjat ke atas sebuah tank yang sedang dipamerkan.
Seorang aktivis berusia 27 tahun merantai lehernya ke salah satu bagian tank tersebut dengan menggunakan kunci sepeda model D-Lock.
Polisi membubarkan para aktivis ini, namun 17 orang di antaranya langsung ditangkap untuk diproses hukum lebih lanjut.
Para pengunjung dan peserta pameran bersorak-sorai ketika polisi entangle para demonstran dan menurunkan mereka dari atas tank satu per satu.
'Duitnya dari darah dan air mata rakyat Papua'
Dalam aksi demonstrasi sebelumnya yang berlangsung di luar gedung pameran, seorang pengungsi asal 'West Papua', George Dimara turut menyuarakan desakan penghentian penjualan senjata ke Indonesia.
Unjuk rasa terjadi di Brisbane saat digelar pameran dari sejumlah perusahaan pabrik senjata terbesar di dunia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi