Denny Datangi (Lagi) Mabes Polri, Katanya Mau Minta Izin, Dikasih Nggak Ya?
jpnn.com - JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Kepolisian menjelaskan bahwa kehadiran tersangka dugaan korupsi payment gateway Kemenkumham 2014 Denny Indrayana bukan untuk meminta lima saksi ahli meringankan memberikan keterangan.
Namun, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu meminta izin kepada Polri untuk mengajar di Melbourne University.
"Dia datang ke sini mengajukan surat izin mengajar ke Melbourne University, selaku profesor di bidangnya," kata Kepala Sub Direktorat Dit Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Komisaris Djoko Purwanto, Senin (5/10) sore.
Djoko pun memastikan tidak ada permohonan Denny untuk meminta penyidik memeriksa saksi ahli. "Tidak ada permohonan pemeriksaan saksi ahli tadi," ujar Djoko.
Lantas apakah Denny diizinkan mengajar di Australia? Djoko menjawab diplomatis. Saat ini, kata dia, berkas perkara Denny belum lengkap. Bareskrim sudah mengajukan perpanjangan pencekalan Denny ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham pada 28 Seprtember 2015.
"Masa cekal atau cegah Denny itu sebetulnya sudah habis 1 Oktober 2015, tetapi pada 28 September sudah kami minta diperpanjang masa cegahnya ke Imigrasi," katanya.
Dia pun tak menjelaskan, apakah perpanjangan izin itu sudah diberikan Imigrasi atau belum. Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny Franky Sompie yang dikonfirmasi, Senin (5/10) sore, nomor teleponnya tak aktif. (boy/jpnn)
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Kepolisian menjelaskan bahwa kehadiran tersangka dugaan korupsi payment gateway Kemenkumham 2014 Denny Indrayana
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Mobil Sukarelawan Andika-Hendi Tabrak Pohon di Semarang, 2 Orang Masuk RS
- Kecelakaan di Tol Cipularang, Sopir Truk Trailer Tersangka
- Sikap Ahli di Sidang Kasus Timah Tidak Etis, Perhitungan Kerugian Negara Diragukan
- Rayakan HUT ke-24, Epson Berkomitmen Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat Indonesia
- Ahmad Muzani Ingatkan Warga Jaga Persatuan & Kesatuan Menjelang Pilkada 2024
- KNPI Ajak Seluruh Pemuda Bergerak Mewujudkan Indonesia Emas 2045