Dephub Audit Fuel Surcharge
Selasa, 09 September 2008 – 12:07 WIB

Dephub Audit Fuel Surcharge
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengaku akan meng-evaluasi penetapan fuel surcharge oleh perusahanaanya dalam 10 hari kedepan. Hal itu dilakukan sebagai respon atas berbagi kritik dan dan penegasan para Menteri yang meminta penurunan tarif itu. “Insya Allah, dalam 10 hari ke depan, akan ada keputusan itu. Kita akan lihat apakah avtur yang ditetapkan Pertamina stabil atau tidak. Kami sih siap saja,” tegasnya.
Baca Juga:
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto menegaskan bahwa biaya yang dikeluarkan Garuda untuk membeli avtur membangka tahun ini. Jika pada semester pertama tahun lalu pengeluaran perusahaan untuk avtur hanya Rp 1,9 triliun, hingga semester pertama tahun 2008, kebutuhan avtur sudah mencapai Rp 3,2 triliun. “Dalam situasi normal, biaya avtur itu mencapai 20-25 persen dari total biaya, tapi sekarang sudah 40-45 persen, “ jelasnya. (wir)
JAKARTA - Departemen Perhubungan tak sabar lagi menunggu para maskapai menurunkan fuel surcharge (tarif penyesuaian harga minyak dunia) dengan kesadarannya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Harga Emas Antam Hari Ini 4 April, Turun!
- Harga Emas Antam & Galeri24 Hari ini Naik, UBS Turun Tipis
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas Selama Pemeliharaan Sistem, Sampai Kapan?