Desa Bengkala di Buleleng, Kampung dengan Jumlah Warga Bisu-Tuli Terbanyak di Bali

Tak Bisa Dengar Musik, Gerakan Penari Andalkan Aba-Aba Tangan

Desa Bengkala di Buleleng, Kampung dengan Jumlah Warga Bisu-Tuli Terbanyak di Bali
Desa Bengkala di Buleleng, Kampung dengan Jumlah Warga Bisu-Tuli Terbanyak di Bali
Beberapa kelompok kerja tersebut, antara lain, kelompok gali kubur dan kelompok tukang potong kayu. Selain itu, ada kelompok warga bisu-tuli yang piawai menari janger. Kelompok mereka punya jadwal berlatih dan diberi nama grup tari Janger Kolok. Semua personel grup itu mengalami bisu-tuli.

Yang menarik, karena semua penarinya bisu-tuli, mereka tak bisa mendengar suara musik yang ditabuh untuk mengiringi tariannya. Agar gerakannya sesuai dengan alunan musik, mereka melihat aba-aba tangan dari penabuh gendang. Meski demikian, dengan segala keterbatasan tersebut, mereka tak bisa dianggap remeh. Hingga kini, mereka sering diundang untuk tampil di pesta hotel-hotel berbintang lima di Bali. 

"Kami saja awalnya heran. Bagaimana mereka melatih diri untuk bisa menari bersama. Itulah yang saya katakan kelebihan kolok di desa kami jika dibandingkan dengan kolok yang ada di desa lain," papar Arpana

Karena kelebihan itulah, warga kolok di Desa Bengkala mendapat perlakuan istimewa. Mereka diberi kebebasan untuk tidak ikut gotong-royong hingga kewajiban yang berkaitan dengan upacara adat maupun keagamaan. Walaupun diberi kebebasan, mereka enggan diam. Mereka tetap beraktivitas layaknya warga normal.

Semakin banyak saja jumlah warga yang bisu-tuli di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Data terakhir menyebutkan, jumlah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News