Desa Bengkala di Buleleng, Kampung dengan Jumlah Warga Bisu-Tuli Terbanyak di Bali
Tak Bisa Dengar Musik, Gerakan Penari Andalkan Aba-Aba Tangan
Jumat, 26 Agustus 2011 – 08:08 WIB

Desa Bengkala di Buleleng, Kampung dengan Jumlah Warga Bisu-Tuli Terbanyak di Bali
"Di sini, mungkin dia (Sumendra) yang menjadi kolok tersukses. Sebab, selain mendapat pekerjaan di sana, dia mendapat istri seorang warga Australia. Bahkan, informasi lainnya, dia sudah memiliki anak dari istri bulenya itu," ungkapnya.
Keunikan lain warga bisu-tuli di Desa Bengkala adalah cara mereka berkomunikasi. Mereka punya bahasa sendiri yang berbeda dari bahasa isyarat standar internasional.
Bahasa isyarat mereka jauh lebih sederhana. Misalnya, untuk menyebut makan, mereka cukup mengarahkan jemari tangan ke arah perut. Untuk lapar, cukup dengan memegang perut.
Untuk pendidikan, aparat desa mendirikan sekolah khusus bagi mereka sejak 19 Juli 2007. Sekolah itu bekerja sama dengan SDN 2 Bengkala. "Hingga kini total ada enam siswa kolok yang tersebar di kelas satu hingga lima," jelas Kepala SDN 2 Bengkala Nyoman Wijana.
Semakin banyak saja jumlah warga yang bisu-tuli di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Data terakhir menyebutkan, jumlah
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara