Detik-detik AKP Hariyadi Menghajar Darso, Inilah Kalimat Korban Pemicu Oknum Polisi Itu Emosi

"Di luar dugaan saya, Pak Hariyadi menampar Pak Darso menggunakan sandal jepit, lalu memukul dengan kedua tangan menggenggam hingga terjengkang, dan memukul perut bagian bawah," kata Triyanto di hadapan penyidik.
Penganiayaan yang dilakukan AKP Hariyadi itu menyebabkan napas Darso tersengal-sengal hingga penyakit jantungnya kambuh.
Darso sempat meminta untuk mengambil obat di rumah, tetapi tak digubris AKP Hariyadi.
Menurut Triyanto, eks atasannya itu emosi lantaran tak puas dengan pernyataan Darso.
Saat itu, AKP Hariyadi bertanya keberadaan mobil yang terlibat kecelakaan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Pak Darso bilang 'mengko tak terke' (nanti saya antar, red) ke Yogyakarta bersama temannya bernama Toni, dan Feri," kata Triyanto menirukan pernyataan Darso.
"So, ojo mlayu, So. Nek mlayu tak bedil (So jangan lari, So, kalau lari saya tembak, red)," ujar Triyanto yang juga menirukan perkataan AKP Hariyadi mengancam Darso.
Namun, kesaksian Triyanto dibantah oleh AKP Hariyadi yang mengaku hanya menampar Darso menggunakan sendalnya. Menurutnya, Darso terjengkang karena lemah jantung.
Ada perbedaan keterangan tersangka AKP Hariyadi dan saksi rekonstruksi kasus kematian Darso, warga Semarang.
- Kasus Kematian Darso, AKP Hariyadi Ditahan Polda Jateng
- Update Terkini Kasus Kematian Darso, Polda Jateng Periksa AKP Hariyadi sebagai Tersangka
- Tanggapi Dugaan Sukatani Diintimidasi, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Legislator NasDem: Polda Jateng Tak Seharusnya Represif ke Sukatani
- Polda Jateng: Kanitgakkum Satlantas Tersangka Kematian Darso Warga Semarang
- 6 Polisi Diduga Intimidasi Band Sukatani, Identitas Masih Dirahasiakan