Devina, Warga Depok yang Memergoki Gayus Pelesir ke Luar Negeri
Kosongkan Rumah, Tinggalkan Sepucuk Surat tanpa Tanda Tangan
Jumat, 07 Januari 2011 – 08:08 WIB

Widodo Nugroho, salah seorang petugas keamanan Perumahan Raffles Hills Blok E menunjukkan surat keterangan titipan dari Devina untuk para wartawan. Foto; Thomas Kukuh/JAWA POS
Tapi ketenangan itu sama sekali tidak dirasakan Devina, salah seorang warga penghuni Blok E. Pagi-pagi buta dia dan keluarganya sudah bergegas meninggalkan rumah, kemarin (6/1). Devina tidak lupa meninggalkan pesan berupa sepucuk surat yang dititipkan di pos satpam. Surat itu ditujukan kepada para wartawan yang terus mengejarnya beberapa hari belakangan ini.
Devina mungkin tidak menyangka keputusan mengirim surat pembaca yang diterbitkan sebuah harian di ibu kota edisi Minggu, 2 Januari 2011, akan mengubah hidupnya. Kini, perempuan yang bukan selebriti atau politikus ini tiba-tiba menjadi buah bibir. Dia harus membayar malah semua itu, yakni dengan terusiknya ketenangan dia dan keluarga. Bahkan, seperti diakuinya dalam surat itu, keselamatan dia dan keluarga sedang terancam.
Apa yang diungkapkan Devina dalam surat pembaca memang membelalakkan mata setiap orang. Devina bercerita, dia sedang menunggu penerbangan ke Singapura di ruang tunggu keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 30 September 2010. Ketika itu, seorang pria memakai wig dan kacamata masuk ke ruangan tempat dia menunggu, lalu berada di penerbangan yang sama ke Singapura.
Orang itu sangat mirip Gayus Tambunan, tersangka mafia pajak dan mafia hukum yang ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sungguh mengherankan seorang tahanan bisa bepergian ke luar negeri, begitu pikir Devina. Dia menatap beberapa kali, tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengambil foto Gayus karena jarak terlalu dekat.
Orang pertama yang memublikasikan dugaan kepergian Gayus Tambunan ke luar negeri merasa nyawanya terancam. Dia bersama keluarga pergi meninggalkan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara