Di Australia, Vape dengan Nikotin Lebih Murah dari Sebungkus Rokok
"Kami tahu ketika Anda vaping, apakah itu dalam bentuk sekali pakai atau rokok elektronik yang biasa, maka kita menghasilkan sejumlah kecil senyawa yang beracun bagi manusia, dan seharusnya tidak dihirup dalam keadaan apa pun, jika dapat dihindari," kata Dr Jody Morgan, ahli toksikologi dan peneliti di University of Wollongong.
Dr Morgan juga mengatakan vape sekali pakai sangat berbahaya karena tingginya kadar nikotin dan karena tidak selalu jelas bahan apa yang digunakan dalam produk ini.
Di bawah undang-undang baru nantinya, vape yang dibawa ke Australia harus mencantumkan semua bahan yang ada di dalamnya.
"Jadi untuk seseorang yang belum merokok, vaping bukanlah ide yang baik. Anda memasukkan hal-hal ke dalam tubuh Anda yang berpotensi membahayakan Anda dan kami tidak tahu apa efek jangka panjangnya," katanya.
Tetapi Dr Morgan mengatakan hal yang diterima oleh banyak kalangan, yakni perokok beralih ke vaping adalah sebuah langkah positif.
"Ada lebih sedikit formaldehyde, acetaldehyde, dan aseton dalam rokok elektrik daripada yang ada di rokok tembakau tradisional."
Sementara itu organisasi kesehatan prihatin karena rokok elektronik seperti vaping menormalkan tindakan merokok dan menarik minat kaum muda.
Menurut survei obat nasional terbaru, lebih dari setengah juta orang Australia menggunakan vape, naik dari sekitar 240.000 pada tahun 2016. Dan banyak dari pengguna tersebut adalah anak di bawah umur.
Harga sebungkus rokok di Australia lebih dari Rp250 ribu, makanya banyak yang beralih ke vaping
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- ARVINDO Minta Perlindungan Pemerintah untuk Segmen Open System