Di Balik Gelombang Pembangunan Masif di Bali

"Tetapi bagi saya, tanah itu milik keluarga saya, warisan dari leluhur saya. Saya tidak takut dengan para pialang atau investor."
Pembangunan destinasi Bali selanjutnya
Sejak tahun 1980-an, Bali telah merangkul pariwisata berskala besar, dengan zona khusus untuk resor yang didirikan di sebelah selatan bandara di Nusa Dua.
Pantai Kuta tadinya menjadi titik fokus warga Australia, sebelum pembangunan menyebar lebih jauh ke utara di sepanjang pantai hingga Seminyak.
Penyebaran vila dan klub pantai kemudian berlanjut sampai ke Canggu, dengan kemacetan lalu lintas yang semakin parah.
Sekarang, dengan bertambah banyaknya pembangunan di Canggu, tempat wisata juga semakin banyak dibangun di sepanjang pantai.
Sejak tahun 2021, investor teknologi dan pendidikan asal Rusia Sergey Solonin telah mengubah hampir 50 hektar lahan tepi pantai di Nyanyi menjadi apa yang dijuluki "kota kreatif".
Proyek senilai $US350-400 juta, bernama Nuanu tersebut mencakup pembangunan klub pantai, hotel, sekolah, peternakan alpaka, ruang kreatif, dan vila.
"Kami harus menyaksikan sawah ini berubah menjadi beton dan merasa putus asa."
Gelombang konstruksi baru tengah melanda Bali, membabat sawah dan lahan tepi pantai untuk dijadikan vila, resor, dan proyek pariwisata besar yang
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang