Di Makam Soeharto, Nusron Sebut Golkar Sudah Digadaikan

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Nusron Wahid menyatakan bahwa mendiang Presiden Soeharto bisa menangis bila melihat kondisi partainya saat ini. Alasan Nusron, partai yang didirikan Soeharto itu justru digadaikan oleh para pengurusnya demi kepentingan sesaat dengan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Nusron menyampaikan hal itu di sela-sela deklarasi Relawan Beringin Emas Mendukung Jokowi-JK di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar Jawa Tengah (3/7). Astana Giri Bangun merupakan makam Soeharto.
Menurut Nusron, Golkar justru akan besar bila mendukung mantan ketua umumnya, Jusuf Kalla yang menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. "Kalau JK jadi wapres, Golkar akan besar. Sebaliknya kalau Prabowo yang menang, Golkar akan kempes,” kata Nusron.
Karena itu, Nusron mengajak kader-kader partainya untuk total memenangkan Jokowi-JK. “Selamatkan Golkar dengan cara memenangkan Jokowi-JK," lanjutnya.
Relawan Beringan Emas adalah aktivis Golkar dari tingkat desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen yang kecewa keputusan partai pimpinan Aburizal Bakrie itu mendukung Prabowo-Hatta. Menurut mereka, seharusnya Golkar memiliki semangat solidaritas dengan mantan Ketua Umum DPP Golkar, Jusuf Kalla, yang menjadi cawapres Jokowi.
Nusron merupakan kader yang dipecat oleh pengurus Golkar saat ini. Selain Nusron, ada pula nama Agus Gumiwang dan Poempida Hidayatullah yang juga dipecat karena mendukung Jokowi-JK. (rmo/jpnn)
JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Nusron Wahid menyatakan bahwa mendiang Presiden Soeharto bisa menangis bila melihat kondisi partainya saat ini.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- TNI AL Menggagalkan Penyelundupan 7 Calon PMI Ilegal ke Malaysia
- Peserta Sespimmen Menghadap Jokowi, Pengamat Singgung Dugaan Keterlibatan Polisi Pada Pilpres 2024
- Dinkes Jabar Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Sepi Peminat
- Transaksi Dana Dugaan Korupsi 2024 Capai Rp 984 T, Sahroni: Lacak dan Sita!
- Pakar Nilai Penegak Hukum Korup Harus Dihukum Berat
- KPK Periksa Satori Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia