Di Prancis Burkini, di Tiongkok Facekini

jpnn.com - BEIJING - Masyarakat Tiongkok semakin getol memakai facekini saat berenang. Aksesori yang membungkus kepala dan wajah sehingga hanya tersisa empat lubang kecil untuk sepasang mata, hidung, dan mulut itu sedang menjadi tren di Negeri Panda. Khususnya di Kota Qingdao, Provinsi Shandong.
Jika dibandingkan dengan burkini (baju renang tertutup atau sesuai syariah) yang lagi heboh di Prancis, facekini jelas lebih tertutup. Sebab, meski sesuai namanya, aksesori itu hanya dipakai untuk menutup kepala dan wajah. Pada praktiknya, facekini tidak pernah digunakan terpisah dengan baju renang.
Biasanya, baju renang yang dipakai para pengguna facekini juga tidak yang terbuka atau mengekspos tubuh terlalu banyak. Melainkan yang modelnya mirip burkini.
Namun, tidak seperti burkini di Prancis, kehadiran facekini di Tiongkok tidak memicu masalah. Tidak ada isu ras atau agama yang menyertainya. ’’Itu karena facekini murni digunakan untuk kecantikan. Demi melindungi kulit,’’ kata M.C. Wang, fashion blogger Tiongkok, sebagaimana dikutip Metro.
Para pemakai facekini, menurut dia, tidak mau kulit wajah mereka berubah hitam setelah berenang atau bertamasya di pantai. "Semua itu merujuk pada tradisi Tiongkok yang menganggap wanita cantik adalah wanita yang berkulit putih,’’ lanjut Wang.
Kaum hawa yang berkulit putih akan lebih dihargai karena dianggap sebagai kalangan kelas atas. Dalam masyarakat, perempuan berkulit putih lebih dihormati ketimbang yang berkulit gelap. Sebab, masyarakat kuno menganggap perempuan berkulit gelap tidak menarik dan berasal dari kelas rendahan.
Pemahaman kuno yang terus dipelihara dalam masyarakat tersebut memicu lahirnya banyak kreativitas untuk mempertahankan kecantikan kulit. Salah satunya munculnya facekini pada 2004. Berbekal facekini dan pakaian renang tertutup, perempuan Tiongkok bisa bebas bermain di pantai atau berenang di kolam terbuka tanpa takut hitam. (weather/mirror/metro/hep/c15/any)
BEIJING - Masyarakat Tiongkok semakin getol memakai facekini saat berenang. Aksesori yang membungkus kepala dan wajah sehingga hanya tersisa empat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI