Di Tengah Era Digital, Koran Lokal Australia Terus Berkembang

Selain berbagai berita mengenai disrupsi yang berdampak pada industri media, PHK juga membuat banyak orang mempertimbangkan kembali untuk berkarier di bidang ini.
Dosen senior di Charles Sturt University, Jock Cheetham, mengatakan sudah muncul persepsi di kalangan orangtua dan beberapa mahasiswa bahwa karier di bidang media sekarang tidak menjanjikan.
Namun dia tidak sependapat.
"Pada tahun 2022, saya mendapat banyak permintaan dari mereka yang memerlukan staf untuk bekerja di kawasan regional," katantya.
"Tahun lalu jumlah permintaan yang meliputi wartawan pemula sampai wartawan tingkat menengah tinggi sekali, tapi sedikit yang berminat."
Faktor lain yang berpengaruh adalah kompetisi di dunia industri besar yang juga mempekerjakan wartawan untuk perusahaan mereka.
Sebuah proyek bernama New Beats Project yang mempelajari kecenderungan PHK selama lima tahun di industri media menyimpulkan bahwa tak banyak mantan wartawan sudah yang pindah bekerja menjadi humas mau kembali menjadi wartawan di media.
Proyek tersebut menerbitkan buku berjudul Journalists and Job Loss atau 'Wartawan dan Kehilangan Pekerjaan'.
Sementara banyak koran nasional di Australia menutup kantor perwakilan mereka di daerah atau pindah ke edisi digital, koran komunitas terus berkembang
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi