Di Tengah Pandemi, Warga Bogor Kesulitan Tarik Uang dari Koperasi Simpan Pinjam

Rully menambahkan sebelumnya KSP Sejahtera Bersama juga telah meminta pemerintah untuk membuat surat edaran penangguhan penarikan dana untuk diteruskan ke anggotanya, tetapi ia menolak melakukannya.
"Saya katakan itu nggak mungkin dan nggak boleh. Mestinya soal likuiditas Koperasi ini sudah bisa diantisipasi," jelasnya.
Ia merujuk pada komitmen pemerintah pada akhir April untuk mengucurkan bantuan likuiditas khusus bagi koperasi simpan pinjam yang megalami kesulitan akibat pandemi COVID-19.

Menurut hasil pantauan Kemenkop UKM, KSP Sejahtera Bersama sebenarnya adalah koperasi yang sehat, tetapi banyak investasinya yang "mandeg".
Untuk itu Rully menyarankan agar KSP Sejahtera Bersama mengajukan permohonan dana bantuan likuiditas ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
"Saat ini juga sudah ada beberapa pengaduan anggota yang masuk ke kami dan kami akan mediasi dengan KSPSB agar hak anggota terpenuhi."
"Bilamana ada indikasi yang sifatnya masuk ke wilayah pidana … kita dorong masuk ke ranah hukum, kita akan meminta pihak kepolisian dan kejaksaan memeriksa, karena kita tidak mau ada hak-hak anggota dirugikan," ujar Rully.
Sudah tiga bulan terakhir pasangan Astrid Felicia dan Yeremia Rayo berusaha untuk mengambil uang yang mereka simpan di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama di Bogor, Jawa Barat, namun usaha mereka belum berhasil
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang