'Dia Memukul Leherku Dengan Botol': Kisah Mahasiswa ANU Canbera Menolak Ajakan Seks
Mina Khoshnevisan dari Stop Campaign mengatakan kekerasan seksual di kampus merupakan masalah budaya yang perlu ditangani dengan berbagai cara.
Dia mengatakan penghuni asrama yang umumnya anak-anak muda ditambah budaya minuman keras menimbulkan kerentanan.
"Mahasiswa ANU sangat rentan karena kebanyakan dari kami tinggal di kampus," katanya.
"Untuk pertama kalinya kami jauh dari keluarga dan teman lama, ditambah lagi bahwa kami sekarang sudah legal untuk minum miras," ujarnya Mina.
Sementara itu Rektor ANU Brian Schmidt membantah birokrasi sebagai pihak yang harus disalahkan dalam kasus ini.
"Saya kecewa dengan adanya pelecehan seksual di kampus kita dalam bentuk apa pun," tegasnya.
"Saya bangga dengan kemajuan yang telah kami capai."
Kepala unit khusus Sue Webeck secara terpisah mengatakan unitnya baru beroperasi penuh awal tahun ini.
Sejumlah mahasiswa Universitas ANU di Canberra, Australia, menggelar kampanye Stop Campaign yang mengangkat kisah personal korban pelecehan seksual di kampus. Pelaku dan korban umumnya tinggal di asrama.
- Remaja Pelaku Pencabulan 16 Anak di Pinrang Diringkus Polisi
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Bea Cukai Tegal Sita Rokok & Miras Ilegal Sebanyak Ini di Rest Area Tol Pejagan-Pemalang
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Bea Cukai Probolinggo Musnahkan Barang Hasil Penindakan Sepanjang 2024, Ada Rokok
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia