Dianggap Pengkhianat, Chairun Nisa tak akan Dibela Golkar
jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPP Golkar Nudirman Munir menilai ulah Chairun Nisa yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bentuk pengkhianatan atas partai. Karenanya Partai pimpinan Aburizal Bakrie itu menyatakan tak akan memberikan pembelaan hukum pada anggota Komisi II DPR itu.
"Di fraksi sudah diteliti, ternyata itu bentuk pengkhianatan. Secara kepartaian, itu (Chairun Nisa) sudah mengkhianati," kata Ketua DPP Golkar Nudirman Munir di Gedung DPR, Rabu (9/10).
Ditegaskan politikus asal Sumatera Barat ini, internal Fraksi Golkar sudah membahas masalah yang menjerat anggota DPR Dapil Kalimantan Tengah itu pekan lalu. Hasilnya, FPG menyimpulkan bahwa Chairun Nisa melakukan pembelaan terhadap kader partai lain.
Dalam Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Partai Golkar mengusung sendiri kadernya menjadi calon Bupati. Tapi belakangan diketahui Chairun Nisa justru membantu Bupati terpilih, Hambith Bintih yang juga sudah ditangkap KPK.
"Ini bukan soal benar atau tidak. Secara kepartaian, itu sudah mengkhianati. Tidak ada bantuan (untuk Chairun Nisa," tegas anggota Komisi III dari FPG itu.
Chairun Nisa ditangkap KPK bersamaan dengan penangkapan Hambith dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif Akil Mochtar, Rabu (2/10). Mereka ditangkap terkait kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Gunung mas, Kalimantan Tengah yang sedang berjalan di MK.(fat/jpnn)
JAKARTA - Ketua DPP Golkar Nudirman Munir menilai ulah Chairun Nisa yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menyuap Ketua Mahkamah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pak Deni: PPPK Punya Hak & Kewajiban Sama dengan PNS, Kecuali
- Jokowi Finalis Pemimpin Terkorup Versi OCCRP, Chandra Singgung Kejahatan Terorganisasi
- Polemik Pelaporan Bambang Hero ke Polda Babel, Kewenangannya Dipertanyakan
- Masih Ada Formasi PPPK 2024 Tahap 2 Tanpa Pelamar
- Jan S Maringka Hadiri Acara 'Kilas Balik Reuni Kejaksaan RI Angkatan 89'
- PPPK Paruh Waktu Belum Jelas, Honorer Diminta Jangan Resah