Diaz Hendropriyono di Mata Sejumlah Relawan Jokowi
jpnn.com - JAKARTA - Pengangkatan mantan relawan Jokowi, Diaz Hendropriyono sebagai Staf Khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo memicu beragam tanggapan.
Pihak Istana pun mendapat kritikan. Pengangkatan mantan aktivis Kawan Jokowi itu dianggap oleh sebagian relawan tidak pas. Presiden Jokowi dianggap hanya dekat dengan keluarga Diaz.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Rakyat Indonesia (Serindo) Jones Batara Manurung mengatakan, pihaknya belum mendengar ada ukuran yang disampaikan pihak Istana kepada masyarakat sehingga harus menunjuk Diaz sebagai Stafsus Presiden.
"Selain jabatan stafsus, beberapa jabatan lainnya dia emban juga. Apa sebenarnya kualifikasi dan standar yang diterapkan Istana untuk mengangkat seseorang mengisi jabatan di lingkungan pemerintahan? Toh, dibandingkan dengan para relawan lainnya, Diaz tidaklah begitu menonjol secara kualitas dan kemampuan," kata Jones, di Jakarta, Jumat (15/7).
Jones yang juga Sekjen Duta Jokowi itu menegaskan, dengan penunjukan sejumlah relawan dengan seenak hati, maka perpecahan di tubuh pendukung Jokowi mulai muncul. Dia juga menyebut pihak Istana dan lingkarannya saat ini sebagai pihak-pihak yang sudah mulai antikritik.
"Masa mengomentari dan bicara mengkritisi kebijakan Jokowi pun jadi enggak boleh? Lah, Pak Jokowi sendiri pernah mengatakan bahwa dirinya tidak pernah anti terhadap kritik. Kok, bisa pula pihak Istana dan sejumlah relawan malah menghalang-halangi orang mau mengkritik orang yang didukungnya, yakni Pak Jokowi,” papar Jones.
Sementara itu, Koordinator Pusat Informasi Relawan (PIR) Jokowi-JK, Panel Barus tidak mau berkomentar terkait dengan pengangkatan Diaz sebagai stafsus Presiden. "Sementara ini No Comment dulu saya. Terserah Presiden saja,” ujarnya ketika dikonfirmasi.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Relawan Jokowi lainnya, Sekjen Aliansi Masyarakat Sipil Indonesia Hebat (Almisbhat), Hendrik Dikson Sirait pun tidak mau memperkeruh perpecahan. Menurut mantan aktivis 1998 ini, semakin ditanggapi, malah semakin pecah.
"Kami malah mau melakukan konsolidasi dan pertemuan nasional relawan, untuk bersilaturahmi, membahas persoalan-persoalan di internal dan juga hubungan dengan Presiden Jokowi. Dalam waktu dekat ini akan digelar. Jadi, saya kira, jangan (dipanasin) lagilah. No commentlah soal itu,” ujar Hendrik. (sam/rmol/jpnn)
JAKARTA - Pengangkatan mantan relawan Jokowi, Diaz Hendropriyono sebagai Staf Khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo memicu beragam tanggapan. Pihak
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pendaftaran PPPK 2024 Tahap 2 Jangan Diundur Ketiga Kalinya, Honorer Senior Keburu Pensiun
- Usut Kasus Investasi Fiktif, KPK Periksa Dirut PT Pacific Sekuritas Indonesia Edy Soetrisno
- Terima Undangan Pemeriksaan dari KPK Senin Nanti, Sekjen PDIP Menyatakan Kesiapannya
- HUT Ke-52 PDIP di Sekolah Partai: Sederhana, Khidmat, Penuh Semangat Nasionalisme & Patriotisme
- Ada Guru Honorer Tidak Tahu Dibuka Rekrutmen PPPK 2024, Salah Siapa?
- Helena Lim Divonis 5 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding