Dibantu Menulis CV, Pengungsi Ukraina Masih Kesulitan Mendapatkan Pekerjaan di Australia

Dia telah membuatkan dokumen riwayat hidup (CV) untuk para pendatang termasuk Vitaly.
"Kebanyakan orang tidak tahu bagaimana untuk memulai, menulis CV itu bukan praktik di Ukraina," ujarnya.
"Tapi saya dapat melihat bahwa Vitaly sangat berpotensi untuk bekerja di tempat seperti Port Hedland. Dia hanya perlu diberi kesempatan," kata Stevlana.
Menurutnya, salah satu kendala terbesar selain faktor bahasa adalah karena Australia tidak mengakui sertifikasi profesi dari luar negeri.
"Orang seperti Vitaly memiliki pengalaman selama puluhan tahun, tapi jika pun menemukan pekerjaan di sini, dia mungkin harus mulai dari posisi yang tak memerlukan sertifikasi," ujarnya.
Australia membutuhkan pekerja
Data Asosiasi Pengusaha Sumber Daya dan Energi Australia (AREEA) menyebut setidaknya 20.000 lagi tambahan pekerja yang dibutuhkan di sektor ini.
Australia Barat sendiri akan menyerap setidaknya 11.250 di antaranya.
Dirut AREEA Steve Knott mengakui adanya krisis pekerja terampil di sektor ini.
Ketika Vitaly Bazarov dan istrinya Anna Shmatko bersama anak mereka tiba di Melbourne, Australia, mereka yakin bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan di Ukraina
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi