Dibuka SBY, IHSG Melesat
Bursa RI Tertinggi Regional
Selasa, 06 Januari 2009 – 00:33 WIB

OPTIMIS : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2009, di Lantai Bursa, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (5/1). Setelah tahun 2008 lalu menjadi tahun yang berat, Presiden berharap seluruh pihak optimis melewati tahun ini agar semua tantangan dapat diatasi. Foto : Abror Rizki/ RUMGAPRES
Dia membeberkan berbagai peningkatan. Di antaranya, nilai transaksi harian naik meski hanya 4 persen, dari Rp 4,27 triliun menjadi Rp 4,45 triliun. Namun, pada kuartal keempat, lebih turun lagi menjadi Rp 2 triliun. Nilai emisi saham juga meningkat 38 persen sehingga menjadi Rp 23,7 triliun, sedangkan rights issue naik 86 persen dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 55,5 triliun.
Ani menjelaskan, tantangan 2008 tidak ringan dan tidak akan lebih ringan pada 2009. ”Kita selalu tingkatkan kerja sama dengan pelaku pasar untuk peningkatan industri pasar modal tahun ini. Saya sangat bahagia karena presiden tetap bersama kita meski bursa turun 50 persen,” ungkapnya.
Subsidi PPN 17 Sektor
Di bagian lain, pemerintah menetapkan 17 sektor usaha yang mendapatkan fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN). Insentif fiskal lain berupa bea masuk diberikan kepada 14 sektor usaha. Sektor-sektor tersebut bakal menikmati anggaran Rp 12,5 triliun pada APBN 2009. Sedangkan Rp 38 triliun sisanya dikonsultasikan dengan DPR karena menyangkut perubahan anggaran.
JAKARTA – Optimisme menyelimuti pelaku pasar pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah libur panjang pergantian tahun.
BERITA TERKAIT
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Masih Rp 91.600 Per Kilogram
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Harga Emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian Hari Ini Kamis 3 April, Cek Perbandingannya
- Harga Emas Antam Hari Ini 3 April Naik Lagi, Berikut Daftarnya
- Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Padat
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global