Dicurigai Ada Praktik Jual Beli Kursi Menteri

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga melansir kabinet pemerintahan yang disusunnya untuk lima tahun ke depan.
Patut ditengarai lambannya keputusan Jokowi karena adanya praktik jual beli tiket menteri dalam penyusunan kabinet.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengungkapkan, indikasi itu terlihat dari komposisi tim penyeleksi menteri yang ada di sekeliling sang presiden.
"Saya tidak tahu (menyebut nama secara langsung). Tapi, tim seleksi parah, mentalnya korup," ungkapnya usai menghadiri diskusi di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10).
Dijelaskan Adhie, indikasi jual beli posisi menteri menguat setelah masuknya nama Direktur World Bank Sri Mulyani Indrawati yang terindikasi terlibat skandal Bank Century saat menjabat menteri keuangan pada 2008 lalu.
"Lain hal kalau masih dugaan, ini sudah masuk daftar rekomendasi DPR, dan di KPK juga diperiksa. Kecuali kalau persoalan itu sudah clear tidak masalah. Masuk dalam daftar itu saja sudah kesalahan fatal," bebernya.
Dia menambahkan, seharusnya Jokowi melihat lebih dalam rekam jejak nama-nama yang terindikasi korup maupun pernah terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
"Kalau tim seleksinya begini, orangnya begini tidak akan ada penjualan tiket kabinet," tegas Adhie yang juga mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid. (why/rmo/jpnn)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga melansir kabinet pemerintahan yang disusunnya untuk lima tahun ke depan. Patut ditengarai lambannya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 5 Berita Terpopuler: Hal Tak Terduga Muncul, Kepala BKN Keluarkan Pernyataan Tegas, Tolong Setop Rekrut Honorer
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah