Jaringan BIN dan Kementerian RI Diduga Dibobol, Sukamta: Kemenkominfo Macan Ompong

Dia meminta pemerintah harus serius melakukan pengamanan situs dan data di Indonesia.
"Kasus pembobolan jutaan data telah berulang kali namun pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo sebagai kementerian leading sector yang bertanggung jawab terhadap data dan informasi seperti macan ompong," imbuh dia.
"Aumannya kencang, tetapi tidak bisa menggigit. Kasus penipuan online, pembobolan jutaan data seperti angin lalu tak jelas arahnya. Kemenkominfo sebatas bisa memblokir situs-situs porno, judi, penipuan, SARA dan lain-lain,” sambung dia.
Ketua DPP PKS itu memberikan catatan mengenai maraknya serangan hacker berasal dari China.
Menurut dia, serangan secara massif di berbagai negara yang menjalin kerja sama ekonomi seperti Indonesia saat ini penting untuk diperhatikan.
“Indonesia bekerja sama dengan China di bidang ekonomi, tetapi menjadi aneh ketika data di Kementerian dan Lembaga disasar oleh hacker China," ujar dia.
Lebih lanjut, Sukamta mengatakan spionase oleh Mustang Panda itu kemungkinan bukan satu-satunya upaya pembobolan data-data strategis, bisa jadi ada yang lain, tetapi belum terungkap.
"Tugas BSSN adalah harus mengungkap setiap spionase data strategis Indonesia agar kasus-kasus pembobolan data bisa tuntas,” kata Sukamta.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menanggapi soal jaringan internal kementerian/lembaga di Indonesia termasuk BIN diduga dibobol oleh hacker China
- Akademisi Ungkap 2 Tantangan Tata Kelola Intelejen di Indonesia
- Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat Luas, BIN Luncurkan Akun Resmi di Medsos
- Polisi Periksa Mobil Eks Anggota BIN yang Terbalik di Marunda
- Ciri-Ciri Mayat di Marunda, Ditemukan Kartu Anggota TNI-BIN
- Panglima TNI Menunjuk Letjen Nugroho Sulistyo Budi menjadi Kepala BSSN
- Rapat Bareng Herindra, Yoyok Komisi I Minta BIN Tak Berpolitik di Pilkada 2024