Didukung Para Guru Besar, Syarief Hasan: Demokrat Semakin Kukuh Menolak RUU Ciptaker

Sebelumnya, puluhan investor global juga menyatakan keprihatinan atas persetujuan terhadap RUU Ciptaker yang dinilai bertolak belakang dengan prinsip lingkungan.
Konon, investor global yang merupakan investor terpercaya di dunia dan mengelola dana investasi hingga US$ 4,1 triliun telah mengirimkan surat keprihatinan kepada pemerintah Indonesia.
Karena itu, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, sikap partainya sejalan dengan para guru besar, akademisi, ormas keagamaan, organisasi buruh hingga mahasiswa.
Penolakan tersebut, kata Syarief, seharusnya menjadi pertimbangan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi dan membatalkan RUU Ciptaker.
“Kami dari Fraksi Partai Demokrat semakin kukuh menolak UU Cipta Kerja karena didukung dengan pandangan dari guru besar yang merupakan strata tertinggi di dunia kampus," tegas mantan Menteri Koperasi dan UKM ini.
Syarief juga mendorong Presiden Jokowi segera menindaklanjuti suara dari berbagai elemen masyarakat tersebut dengan menggunakan kewenangannya menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
“Presiden harus segera melakukan evaluasi UU Cipta Kerja dan segera membuat Perppu yang pro terhadap rakyat serta sesuai dengan konstitusi negara," ucap Syarief sembari menyatakan dukungan bagi pihak-pihak yang akan melakukan judicial review UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.(jpnn)
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta pemerintah mendengar keberatan rakyat atas RUU Ciptaker
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional