Digitalisasi Aksara Daerah Kandas, Pemerintah Diminta Tak Diam

jpnn.com, JAKARTA - Keinginan aksara Jawa masuk ke dalam sistem internet internasional tentu tak terlepas dari peran pemerintah Indonesia.
Seperti yang telah disyaratkan lembaga internet dunia Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) dalam tahapan digitalisasi aksara sebuah bangsa.
Praktisi Sastra Afrizal Malna mengatakan jika melihat penolakan ICANN terhadap permohonan dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam upayanya melakukan digitalisasi aksara Jawa pada akhir tahun lalu, maka pemerintah tak boleh berdiam diri.
Setidaknya, sambung Afrizal, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan segera memasukan ke aksara nusantara menjadi salah satu mata pelajaran tersendiri di sekolah.
"Kalau masuk ke warga internet dunia, tapi penggunanya ternyata tidak ada, memang jadi aneh, dia jadi seperti bahasa dalam museum," kata Afrizal Malna.
Sementara itu, menurutnya kalau dia masuk ke dalam warga internet dunia, memang juga akan menghidupkan banyak naskah-naskah Jawa yang selama ini tidur dalam aksaranya sendiri.
Menurutnya, naskah dan aksara Jawa memang harus masuk ke kurikulum pendidikan, karena terkait langsung dengan bahasa nasional.
"Ini juga momen agar bahasa nasional kita jadi majemuk. Bahasa Indonesia bisa diajarkan melalui bahasa lokal dan sebaliknya," tukas Afrizal.
Keinginan aksara Jawa masuk ke dalam sistem internet internasional tentu tak terlepas dari peran pemerintah Indonesia.
- Viral Kesalahan Penulisan Aksara Jawa, Disdikbud Jateng Minta Maaf
- Indonesia Digital Forum 2025, Kolaborasi untuk Perkuat Industri Internet
- Soal Viral Penulisan Aksara Jawa di Plang Disdikbud Jateng, Pakar Unnes: Kesalahan Fatal
- Gegara Aksara Jawa Salah Tulis, Plang Disdikbud Jateng Viral
- Pandi: Jumlah Pengguna Nama Domain .Id Tembus 1,2 Juta Pada 2024
- Kiprah 18 Tahun PANDI: Membangun Ekosistem Digital Indonesia