Dihajar Perampok, Meninggal di Depan Anak Istri
Sementara pelaku, usai berhasil menggasak seluruh barang berharga korban langsung pergi.
Hingga tadi malam, penyidik masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko menyatakan, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah keterangan di TKP. Khususnya mencari latar belakang dari kasus tersebut, apakah murni perampokan atau ada dugaan lain.
"Sementara anggota masih di TKP mengumpulkan alat bukti dan keterangan. Kita juga masih memastikan apakah ada permasalahan lain yang kaitannya dengan korban," ucap Rino disela-sela memantau pengamanan Natal, Minggu (25/12) kemarin.
Dia menyebutkan, untuk harta benda yang dibawa kabur pelaku di antaranya, uang tunai Rp 250 ribu, ponsel, laptop, dan perhiasaan emas.
"Dari informasi sementara pelakunya ada tiga orang. Sekarang masih dalam penyelidikan anggota," jelasnya.
Disinggung terkait penyebab kematian korban, Rino menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah Taman Husada Bontang, baik dalam maupun luar.
Namun dugaan sementara korban tewas akibat kesulitan bernafas, karena posisinya tertelungkup dikasur.
JPNN.com - Sabbara (59), warga Dusun Sei Redan Desa Suka Damai RT 09 Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), tewas setelah dianiaya kawanan
- Rampok Berpistol Ditangkap di Musi Rawas, Begini Kronologinya
- Pelaku Curas Bersenpi di Mura Ditangkap, Tuh Tampangnya
- Rumah di Tangsel Dirampok, Brankas Berisi Rp 5 Miliar Digasak Pelaku
- Ini Komplotan Perampok SPBU di Garut
- Kasus Perampokan Minimarket di Ogan Ilir Terungkap, Otak Pelaku Ungkap Pemilik Senpi, Ternyata
- Polisi: Komplotan Perampok Perhiasan di Bekasi Selatan Telah Beraksi 12 Kali