Dihujami Gunting, Kacab PLN Rantauprapat Tewas
Senin, 30 Agustus 2010 – 08:16 WIB

Dihujami Gunting, Kacab PLN Rantauprapat Tewas
Di siang bolong itu juga, korban melarikan mobil hasil kejahatannya itu kearah Aek Kanopan untuk menemui pacarnya Fitri Harahap. Namun sebelumnya TSK meninggalkan mobil itu di sebuah gallon. Usai magrib tiba, TSK meninggalkan rumah Fitri dan melajukan mobil Inovanya kearah Kisaran Asahan. Dengan maksud meninggalkan jejak, TSK meninggalkan mobil itu di kisaran dan ia kembali ke Damuli Pekan kecamatan Kualuh Selatan dengan menumpang sebuah bus.
Kepada METRO di Mapolres Labuhanbatu, tersangka mengaku merasa tersinggung dengan perkataan korban yang sepertinya menurut TSK bernada mengejek.menurut TSK, korban yang dianggapnya sudah seperti saudaranya sendiri (udak) karena ada kedekatan korban dengan orang tuanya yang juga sama bermarga Gultom dan satu kampong, sudah mengetahui perselisihan TSK dengan orang tuanya.
“Bapak udakku itu sudah taunya dia kalau aku sudah lama tidak diakui anak lagi sama kedua orang tuaku, bahkan udah sampai dibuat mereka pemutusan hubungan keluarga dikoran, tapi dia malah nyuruh aku minta uang sama orang tuaku… makanya aku emosi,” aku korban.
Petugas juga melakukan pemeriksaan kepada dua orang saksi atas nama Oky Guci(21) penduduk Aek Matio Rantauprapat dan Yoky(17) penduduk Jl Urip Sumodiharjo Rantauprapat. Kedua saksi mengaku kenal dengan tersangka ketika mereka sedang berada di Aek Kanopan.dan pada siang hari itu, TSK mendatangi saksi yang sedang menjenguk abang iparnya di RSUD Rantauprapat.
RANTAU -- Kepala Cabang PLN Rantauprapat, Ir Cristo Gultom, ditemukan telah bersimbah darah dan tewas tergeletak di lantai rumah tempat tinggalnya
BERITA TERKAIT
- Pegawai Unram Diduga Hamili Mahasiswi Jadi Tersangka
- Ini Tampang Pengedar Uang Palsu di Cianjur
- Pelaku Pelecehan Terhadap Remaja di Mal Cirebon Dipukuli Warga
- Oknum Guru Ngaji di Tulungagung Cabuli Santri
- Polisi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Cimahi
- Korban Dokter Kandungan Syafril di Garut Diduga Lebih dari 100 Orang, Polisi Cari Fakta