Dijual dengan Harga Terjangkau, Obat Keras Laris Manis

“Apabila orang mengonsumsi tidak sesuai resep dokter, maka akan berdampak halusinasi dan jantung berdegup kencang, dan sesak napas, hingga berhenti bernapas,” jelas Ade.
Tersangka memeroleh obat keras itu dari kurir yang tidak dikenal. Dari belasan tersangka, polisi mengamankan 53.186 butir tramadol, 64.932 butir eksimer , dan 310 butir alfazolam sebagai barang bukti.
Polisi masih mendalami keterangan para tersangka. Atas perbuatannya, 13 penjual itu disangka melanggar Pasal 197 ayat (1) atau Pasal 196 ayat (1) UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka terancam pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar.
“Kami berharap masyarakat proaktif memberi informasi agar peredaran ilegal obat-obat daftar G itu dapat dicegah,” pungkas Ade. (rbnn/nda/radarbanten)
Selama satu pekan, Satresnarkoba Polresta Tangerang membekuk 13 orang penjual obat keras.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- PIK2 dan Disnaker Tangerang Buka Pelatihan Kerja Gratis
- Menjelang Lebaran, Wali Kota Sachrudin Larang ASN Tangerang Terima Gratifikasi
- Tragis! Pria di Tangerang Dimutilasi Sepupu, Potongan Tubuh Disimpan Dalam Lemari Es
- Bea Cukai Palangkaraya & BBPOM Gagalkan Pengiriman Ratusan Butir Tramadol Tak Berizin
- Omongan Menteri Trenggono Disebut Tidak Mendasar oleh Pihak Kades Kohod, Waduh
- Investasi Properti di Tangerang Memberi Kontribusi Rp 50 T, IDM: Bukti Dampak Positif bagi Daerah