Dilema Pengusaha Pada Rupiah dan Harga Pangan
Saat ini arus impor, terutama dari Tiongkok, sudah menjadi lebih mudah dan murah.
Jika hal itu terus-terusan terjadi, dalam jangka waktu panjang, pelaku usaha menganggap hal tersebut bisa berpengaruh pada ketahanan rupiah.
Ekonom Institute Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengungkapkan, gubernur Bank Indonesia yang baru, yakni Perry Warjiyo, memang sangat diharapkan melakukan terobosan untuk menjaga nilai tukar rupiah.
"Sejak awal 2018, rupiah sudah melemah 4,62 persen (year to date)," kata Bhima.
Menurut Bhima, sebagai langkah strategis, BI harus konsisten menerapkan intervensi cadangan devisa.
Salah satunya, bersama pemerintah membuat perppu untuk UU Nomor 24 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa.
"Poin perppu adalah mewajibkan eksporter untuk menahan devisa hasil ekspor minimum enam bulan di bank domestik.
Tujuannya, memperkuat devisa ekspor. Cara itu efektif meredam pelemahan nilai tukar di Thailand," tambahnya.
Saat ini para pengusaha sudah siap memangkas produksi untuk bisa menahan harga.
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Harga Bahan Pokok Turun, Satgas Pangan Peringatkan Pedagang Pasar Gedebage
- Begini Ketersediaan Hingga Harga Bahan Pokok di Bandung Menjelang Lebaran
- Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 102.200 Per Kilogram
- Gubernur Jateng Sebut Harga Pangan Normal, tetapi Pedagang Mengeluh Ada Lonjakan Tajam