Din Syamsuddin Beber Bahaya Besar Hoaks

Apalagi, dalam Alquran sudah disebutkan untuk melakukan tabayyun atau mencari meneliti dan menyeleksi kejelasan suatu berita hingga jelas dan benar keadaannya.
“Namun, kalau berita itu benar adanya apalagi kalau sudah menjadi opini publik maka jangan juga dikesampingkan,” tambah Din.
Dia juga menilai keluarga memiliki peran penting agar generasi muda bisa memilah berita.
“Orang tua jangan tidak peduli terhadap anak-anaknya. Orang tua harus bisa memberikan arahan kepada anak-anaknya untuk selalu waspada terhadap segala informasi yang ada di dunia maya,” tambah Din.
Dia mengakui masih banyak generasi muda yang tidak peduli dengan maraknya hoaks.
Dirinya menilai hoaks banyak bermunculan seiring dengan adanya pesta demokrasi atau pilkada.
Hal tersebut dilakukan oleh kelompok-kelompok atau tim yang masuk dalam jaringan kontestan pilkada demi kepentingan politik tertentu dalam upaya mencapai kemenangan. (jos/jpnn)
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin meminta masyarakat berhati-hati dalam menyikap hoaks.
Redaktur & Reporter : Ragil
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- Minta Pengusutan Hoaks Tendensius ke Kapolri, PP GPA: Jika Dibiarkan Memicu Konflik
- Hanya Demi Popularitas, Konten Kreator Asal Malaysia Buat Informasi Palsu
- Viral AMDK Keruh Dinilai 'Berbau' Persaingan Bisnis Tak Sehat