Dinas Intelijen Australia Punya Peran Rahasia dalam Membantu Mengungkap Pelaku Bom Bali Tahun 2002

Setelah mengalami kesulitan selama dua minggu, satu-satunya bukti kuat yang dimiliki oleh Mangku Pastika dan Graham adalah sebuah mobil van mini berwarna putih yang digunakan membawa bom ke Sari Club dengan nomor mesin dan chassis sudah dihapus dan informasi mengenai kemungkinan bahan yang digunakan untuk membuat bom.
Setelah pertemuan dengan Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN) di Jakarta yang dilakukan bersamaan dengan Direktur Jenderal ASIS (Dinas Intelijen Australia di luar negeri) Allan Taylor dan bos ASIO (Badan Intelijen Australia di dalam negeri) Dennis Richardson, Mick merasa tim Mangku Pastika mendapat laporan yang kurang memadai dari dinas intelijen Indonesia.
"Penjelasan mereka tidak cocok dengan apa yang ada dari lokasi kejadian, penjelasan mereka banyak yang tidak benar," kata Mick.
Jelas bahwa penyelidikan mengenai bom Bali ini memerlukan kekuatan penyelidikan yang betul-betul spesial.
"Pastika sudah mengetahui hal tersebut, dia melihat ke langit dan berkata 'jawabannya akan datang dari langit'," kata Mick.
"Saya tahu dia penganut Hindu yang taat. Dia berdoa setiap hari. Dan Saya mengatakan 'maksudnya jawaban dari Tuhan?' dan dia mengatakan 'bukan, bukan, bukan dari satelit."
Tanda-tanda datang dari seismogram dan ponsel Nokia
Keberuntungan mulai berubah bagi tim penyelidik ketika petugas yang melakukan pemeriksaan forensik di lokasi kejadian, Sarah Benson, menemukan serpihan kecil dari HP Nokia 5110 di luar gedung konsulat AS.
Ini adalah lokasi ledakan paling kecil dari tiga tempat dan secara forensik paling bersih.
Editor politik ABC Andrew Probyn mengungkapkan peran penting dinas intelijen Australia dan kerja sama dengan kepolisian Indonesia berhasil mengungkap pelaku ledakan bom Bali di tahun 2002
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang