Dirut Jasa Raharja: Digitalisasi Instrumen Pendukung Kepatuhan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmat Purwantono mengungkapkan digitalisasi telah menjadi salah satu faktor penting bagi eksistensi perusahaan seiring dengan perkembangan zaman.
Hal ini diungkapkan Rivan saat menjadi pembicara kunci atau keynote speaker dalam acara Minds Konnect Indonesia yang diselenggarakan Neocom, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan solusi bisnis korporat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).
Rivan menegaskan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, perusahaan dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan beralih ke sistem digital.
Langlah ini juga telah diterapkan Jasa Raharja sejak beberapa tahun lalu dalam berbagai aspek pelayanan kepada masyarakat.
“Baik dalam kaitan dengan penyerahan santunan korban kecelakaan lalu lintas, maupun sinkronisasi data kendaraan bermotor melalui IRSMS Korlantas Polri,” ujar Rivan dalam acara mengangkat topik 'EIPP: Electronic Invoice Presentment & Payment'.
Dia mengatakan dalam hal pembayaran Iuran Wajib (IW) dari para operator dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Jasa Raharja juga telah menggunakan sistem digital.
Langkah ini membuat proses pelayanan menjadi lebih transparan, efektif, dan efisien.
Rivan menilai digitalisasi bukan hanya dalam proses bisnisnya, melainkan hingga pembayarannya.
Dirut Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono bicara pentingnya digitalisasi saat menjadi keynote speaker dalam acara Minds Konnect Indonesia
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- Anggota Dewan DIY Dorong Terwujudnya Regulasi Smart Province
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor, Gubernur Lutfhi: Berlaku 83 Hari
- Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan Beserta Denda, Catat Batas Waktunya
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?