Dirut KAI: Perlintasan Sebidang Sudah Tidak Boleh ada

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro menekankan perlintasan sebidang rel kereta api sudah seharusnya sudah tidak ada lagi.
Hal ini dilakukan demi keselamatan lalu lintas, mengingat tak sedikit jumlah kendaraan yang tersemper kereta api di perlintasan.
"Untuk perlintasan sebidang, KAI sudah audiensi ke masyarakat, perlintasan sebidang sudah tidak boleh ada, saya menyebutnya perlintasan tidak resmi," ujar Edi di Jakarta kemarin.
Edi menambahkan, seharusnya permasalahan menutup perlintasan sebidang bukan tugas KAI, melainkan pemerintah daerah.
"Ini sebenarnya bukan tugas KAI, kami di sini sebagai operator, tapi kami tetap dukung (perlintasan sebidang ditutup-red). Ini tugasnya pemerintah, untuk nutup perlintasan sebidang," jelasnya.
Meski begitu Edi mengerti penutupan perlintasan sebidang bukan perkara gampang, mengingat membutuhkan biaya yang tak sedikit.
"Tentu akan dilakukan bertahap, karena menyangkut biaya. Perlintasan sebidang solusinya hanya dua, bangun flyover atau under pass," tandas dia.(chi/jpnn)
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro menekankan perlintasan sebidang rel kereta api sudah seharusnya sudah tidak ada lagi.
Redaktur & Reporter : Yessy
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Puncak Arus Balik 6 April, KAI Minta Pemudik Berangkat Lebih Awal
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terjadi Pada 6 April
- KAI Group Layani 16,3 Juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
- H-1 Lebaran, 21.641 Penumpang Naik dari Stasiun Daop 8 Surabaya
- Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Mulai Jumat sampai Minggu