Dirut Termuda BUMN yang Suka Naik Gunung dan Bergaul dengan Preman

"Banyak yang berkesan, saya nggak kebayang bisa kenal sama masyarakat kecil, pedagang, budayawan, ngomong sama preman. Di situ saya jadi tahu ternyata banyak sekali dari berbagai kalangan yang mau dateng untuk membantu waktu abu gunung Kelud sampai ke candi, entah akademisi, keagamaan. Itu menunjukkan bahwa Borobudur punya kita semua," seru wanita yang kagum pada Sri Mulyani ini.
Meski disibukkan mengurus candi dan segala hal yang bersentuhan dengan hal tersebut, wanita yang 22 Desember nanti genap berumur 29 tahun ini masih getol menjalani hobi yang sudah lima tahun terakhir ia gemari. Naik gunung menurutnya bisa menghilangkan rasa jenuh dan obat stres di kala penat. Berbagai gunung sudah ia daki, seperti Gunung Rinjani, Gunung Semeru dan Gunung Bromo.
"Naik gunung tetep dan masih sempet, beberapa minggu lalu saya habis naik gunung ke Merbabu, nanti rencananya mau naik lagi. Biasanya kalau mau naik gunung ya ambil cuti dulu. Alam bisa menghilangkan stres dari pekerjaan sehari-hari," kisahnya. (chi/jpnn)
MUDA, berbakat dan dipercaya menjadi Direktur Utama bukanlah perkara mudah bagi Laily Prihatiningtyas. Di usia 28 tahun ia sudah dipercaya untuk
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara