Disarankan Gandeng Jenderal Gatot Agar Tak Karam, PPP Berminat?

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan opini yang menyebut partainya akan karam hingga tak lolos ke parlemen bukan hal baru.
Hal itu disampaikan Baidowi menjawab pernyataan peneliti senior LIngkar Survei Indonesia Network Denny JA, Toto Izul Fatah.
Menurut Toto, partai berlambang ka'bah itu akan karam bila tidak segera mencari figur pendongkrak suara.
Dua tokoh yang disarankan ialah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Salahuddin Uno.
"Itu hak Toto berpendapat dan beropini. Bahwa pendapat dan opini itu bukan hasil survei yang mendasarkan pada data lapangan," ucap Baidowi merespons pernyataan Toto, Rabu (26/8).
Wakil ketua Baleg DPR RI itu menyebutkan hasil survei saja yang berbasis data lapangan menyebutkan PPP selalu dianggap akan tenggelam, tidak lolos parliamentary threshold sehingga hilang dari Senayan.
"Itu bukan isu atau ramalan baru. Dari sejak lembaga survei berdiri, selalu memprediksi PPP tenggelam dan sejak Pemilu 2009 diprediksi begitu. Buat kami diinternal PPP ya itu masukan yang tetap kami perhatikan namun sekali lagi bukan hal baru," tegasnya.
Namun apakah PPP berminat menggandeng dua tokoh yang disodorkan Toto, Jenderal Gatot dan Sandiaga Uno? Awiek -sapaan Baidowi menjawab diplomatis.
Baidowi tanggapi saran supaya PPP menggandeng Jenderal Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno supaya tidak tenggelam.
- Mardiono Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dalam Kegiatan Bukber Kader PPP
- DPC Solo Raya Dorong Mardiono Jadi Ketum PPP 2025-2030, Ini Alasannya
- ISACA Indonesia Lantik Pengurus Baru 2025-2027 di Annual General Meeting 2025
- Tradisi Partai Persatuan Pembangunan Gelar Peringatan Malam Nuzululquran
- Sandiaga Uno: Istikamah Jadi Kunci OK OCE Memperluas Bisnis dan Lapangan Kerja
- Sandiaga Uno: SI IKLAS jadi Awal Kebangkitan Ekonomi