Disdik Nakal, BOS Harus Kembali Sentralisasi
Sabtu, 12 Maret 2011 – 04:32 WIB

Disdik Nakal, BOS Harus Kembali Sentralisasi
JAKARTA - Lambatnya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke masing-masing sekolah di daerah, dinilai menjadi suatu ketidakmampuan pemerintah daerah (pemda) khususnya dalam tata kelola keuangannya. Pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, sebaiknya mekanisme penyaluran dana BOS harus dikembalikan ke sistem sentralisasi. Menurutnya, dengan sistem ini tidak akan jadi keterlambatan yang cukup lama. Maka dari itu, mekanisme penyaluran dana BOS yang dilakukan dengan sistem sentralisasi, sebaiknya menurut Darmaningtyas diterapkan pada tahun 2012 mendatang. "Anggap saja tahun ini percobaan, dan gagal. Selain itu, pemerintah daerah terbukti tidak mampu menjalankannya. Sentralisasi adalah cara paling aman dan tidak membebani sekolah-sekolah," tandasnya.
"Lebih baik Kemdiknas kembali mengambil alih penyaluran dana BOS ini. Lebih terjamin dana BOS ini sampai ke sekolah di setiap daerah. Kalaupun ada keterlambatan, tetapi tidak akan selama ini. Mungkin hanya menunggu data jumlah sekolah dan siswa saja," ungkap Darmaningtyas, ketika dihubungi JPNN melalui telepon selularnya, di Jakarta, Jumat (11/3).
Baca Juga:
Ia menilai, kinerja pemda ataupun dinas pendidikan (Disdik) di masing-masing daerah saat ini cukup banyak yang sudah tidak bisa dipercaya. Pasalnya, Disdik di daerah kerap kali bersikap curang kepada sekolah-sekolah di wilayahnya. "Misalnya, ketika dana sudah sampai di sekolah, maka dinas pendidikan meminta jatah kepada sekolah. Sehingga otomatis anggaran BOS yang diterima sekolah akan berkurang. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi di daerah. Kasihan sekolah," tukasnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Lambatnya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke masing-masing sekolah di daerah, dinilai menjadi suatu ketidakmampuan pemerintah
BERITA TERKAIT
- UNSRI dan Ganesha Operation Berbagi Trik Lulus Seleksi Masuk PTN
- UBM Ajak Siswa Kenali Potensi Data Science dan Artificial Intelligence
- SIS South Jakarta Salurkan Hasil Mega Bazaar ke Organisasi Nirlaba
- Puasa dan Idulfitri 2025: Libur Sekolah 13 Hari, Tidak Termasuk Tanggal Merah
- BEMSMART23, Dukung Pemberdayaan Siswa di Bidang Olahraga dan Seni
- Pesan Kepala BPKH kepada Wisudawan UI: Jadilah Pribadi yang Impactful