Distribusi Pupuk Harus Dirayonisasi
Meneg BUMN Resmikan Pabrik Baru PT Pupuk Kujang
Rabu, 23 Desember 2009 – 18:58 WIB
Distribusi Pupuk Harus Dirayonisasi
Dalam kesempatan yang sama, Mustafa menjelaskan, secara bertahap nantinya menggunakan pupuk akan sepenuhnya dengan pupuk organik. Saat ini, tahapannya sudah sampai ke jenis pupuk majemuk seperti pupuk NPK, dari sebelumnya menggunakan pupuk jenis tunggal seperti urea.
Baca Juga:
Setelah pupuk jenis NPK ini, nantinya akan diproduksi pupuk jenis NPK yang bahannya campuran anorganik dan organik. Setelah itu, semua berbahan organik. Dia cerita, berdasarkan kunjungannya ke Brasil, terbukti penggunaan pupuk organik di negara tersebut mampu menaikkan hasil produksi.
Terkait dengan diresmikannya pbrik NPK Granular PT Pupuk Kujang, Dirut Pupuk Kujang Aas Asikin Idat menjelaskan, pabrik baru yang dibangun itu punya kapasitas produksi sebesar 100 ribu ton per tahun. Pabrik dibangun selama 14 bulan, yang selesai pada Juli 2009, dengan total nilai investasi Rp55 miliar.
Pupuk NPK merupakan produk diversifikasi PT Pupuk Kujang yang pada awalnya hanya memproduksi pupuk urea. Pupuk NPK bersubsidi selama ini telah dipasarkan untuk sector tanaman pangan, sedang yang non subsidi untuk sektor perkebunan.
JAKARTA – Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar menginstruksikan agar distribusi pupuk dilakukan secara rayonisasi atau regionalisasi. Hal ini
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif