Ditegur Bos Pabrik, Satpam Tua Itu Tersungkur dan Innalillahi...

jpnn.com - KUTOREJO – Kematian mendadak Subekti (40), satpam pabrik isolasi PT Okamoto Indonesia menimbulkan kecurigaan warga yang merupakan tetangga almarhum. Mereka menduga, kematian tetangganya itu akibat terteken dengan ulah bosnya.
Ratusan warga Dusun Bruboh, Desa Sampang Agung, Kabupaten Mojokerto, mendatangi lokasi pabrik yang berada di Jalan Wunut, Desa Sampang Agung, kemarin siang. Mereka menuntut perusahaan harus bertanggung jawab dengan kematian satpam yang telah bekerja 10 tahun di pabrik tersebut.
"Nyawa harus dibayar dengan nyawa," teriak warga yang sudah dibakar emosi.
Warga bertambah emosi setelah keinginannya bertemu bos pabrik tak dipenuhi. Warga minta perusahaan menghadirkan bos yang diduga membentak-bentak satpam tersebut.
"Mana Alek? Suruh keluar dan bertanggung jawab," ungkap warga saat mediasi perangkat desa dengan perusahaan di area pabrik.
Sempat menunggu, akhirnya Alek, bos pabrik, datang. Namun, tak diduga, kedatangan atasan satpam itu melah membuat warga semakin emosi. Warga sempat menendang Alek dari belakang. Namun langsung dilerai warga lain.
Menurut Suprapto, warga setempat, kematian satpam bermula dari kedatangan tujuh warga Wunut, Desa Sampang Agung, meminta bekerja di pabrik tersebut. Di sela aksi warga itu, satpam bersangkutan memperbolehkan tujuh orang masuk ke area pabrik.
"Tiba-tiba korban dipanggil dan dibentak-bentak serta diancam akan dilaporkan atasan biar dipecat. Kalau tentang dianiaya, saya kurang paham dan jelas," terang warga.
KUTOREJO – Kematian mendadak Subekti (40), satpam pabrik isolasi PT Okamoto Indonesia menimbulkan kecurigaan warga yang merupakan tetangga
- Jalur Selatan-Selatan Terhambat, Polda Jateng: Ini Kuasa Tuhan
- Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
- Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
- Wali Kota Pekanbaru Tutup TPS Liar di Jalan Soekarno Hatta Ujung
- Kapolres Cianjur: Jalur Puncak Lancar Saat Angkot Tak Beroperasi
- Narapidana di Lapas Lombok Barat Bisa Video Call dengan Keluarga