Ditemukan, 40 Jenis Produk Impor Membahayakan
Kamis, 29 Juli 2010 – 16:15 WIB

Ditemukan, 40 Jenis Produk Impor Membahayakan
JAKARTA - Tim Penanganan Hambatan Perdagangan dan Industri (TPHPI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai produk makanan impor yang dapat membahayakan kesehatan. Peringatan itu disampaikan Anggota TPHPI Franky Sibarani, terkait temuan 40 item produk impor makanan dan minuman yang dilaporkan asosiasi produk dan makanan kepada TPHPI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Bahkan dari 40 jenis produk, lanjutnya, terdapat beberapa pelanggaran seperti tidak mencantumkan kode ML (merek luar negeri) untuk produk impor, dan tidak mencantumkan label dalam bahasa Indonesia meski telah mencantumkan kode ML. "Kami bersama Kadin, sudah menyurati pemerintah untuk mengawasi secara ketat seluruh produk makanan yang beredar di pasar terutama produk impor menjelang puasa dan Lebaran," tegasnya.
"Menjelang puasa dan lebaran, asosiasi produk makanan dan minuman Indonesia menemukan produk makanan dan minuman impor yang membahayakan masyarakat beredar di pasaran. Jenis produk dan makanan yang membahayakan itu mencapai sekitar 40 item produk," kata Franky Sibarani, didampingi anggota tim yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Chris Kanter, Putri K Warani (Ketua Umum PP Kosmetik), Ratna Sari Lopi (Aptindo), di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (29/7).
Beberapa produk makanan dan minuman ilegal yang perlu diwaspadai menjelang puasa dan lebaran antara lain ayam tiren (mati kemarin), daging sapi gelonggongan, produk kadaluarsa, dan pangan impor yang berbahaya. “Itu (produk kadaluarsa dan tidak mencantumkan nomor pendaftaran di BPOM) ilegal, karena membahayakan kesehatan dan menipu masyarakat,” ujar Franky.
Baca Juga:
JAKARTA - Tim Penanganan Hambatan Perdagangan dan Industri (TPHPI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai produk makanan impor yang dapat
BERITA TERKAIT
- Kemasan Rokok Tanpa Merek Jadi Ancaman Serius bagi Ekosistem Pertembakauan
- Sebegini Harga Elpiji 3 Kg di Jakarta Menjelang Ramadan
- Dukung Ekspansi Mobil Listrik di Indonesia, BNI Gandeng Geely
- PT Pupuk Iskandar Muda Raih PROPER Emas Pertama
- Menjelang Ramadan, Mentan Amran & Wamentan Pantau Operasi Pasar Pangan Murah di Magelang
- Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi, Masyarakat Tak Perlu Khawatir