Ditodong Pistol, Jaga Jarak Supaya Tak Direkrut
Selasa, 05 Februari 2013 – 08:17 WIB

Richard Susilo saat ditemui di stasiun Ayase, pinggiran Tokyo, akhir pekan lalu (2/2). Foto: HENNY GALLA/JAWA POS
Jawa Pos pun mengikutinya hingga di depan restoran burger siap saji di depan stasiun. "Biasanya parkir di depan sini (restoran siap saji) tidak apa-apa. Sekarang baru tahu kalau dilarang. Jepang sangat ketat, bahkan untuk parkir sepeda," ungkap Richard Susilo yang ditemui akhir pekan lalu (2/2).
Pria akrab disapa Richard itu adalah warga negara Indonesia yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Negeri Sakura. Selain menjadi jurnalis dan kontributor berita Jepang untuk Indonesia, Richard adalah seorang penulis aktif di beberapa media massa lokal, seperti The Japan Times dan Asahi Evening News.
Namun, sepanjang karir jurnalisnya di Tokyo, ada satu hal yang tak bisa berhenti untuk menelisik kehidupan sindikat kejahatan terorganisasi di Jepang, yakni Yakuza. Saking berminatnya, pria yang tahun ini berusia 53 tahun tersebut serius mendalami dan mencari data akurat mengenai Yakuza. Di dalam restoran cepat saji itu, Richard menceritakan detail dirinya mengawali keseriusannya menginvestigasi Yakuza. Pada 1990-an, dia sebagai wartawan dijamu di restoran di daerah Shinjuku.
Ternyata, salah satu hostess di tempat itu adalah warga Indonesia. Setelah ngobrol cukup panjang tentang kehidupan di Jepang, Richard berhasil menguak bahwa perempuan tersebut memiliki akses ke Yakuza. "Suaminya sendiri adalah anggota Yakuza," jelasnya.
LEBIH dari dua dasawarsa, Richard Susilo tinggal di Jepang. Di sela profesinya sebagai jurnalis dan penulis, Richard melakukan investigasi kejahatan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara