Dituduh Sodomi Lagi, Cari Suaka ke Turki
Senin, 30 Juni 2008 – 10:40 WIB

Anwar Ibrahim. Foto: AFP.
’’Barisan Nasional tidak punya maksud untuk menyulitkan kehidupannya (Anwar) maupun untuk mengganggunya,’’ ujar PM Abdullah Ahmad Badawi kepada wartawan yang menemuinya di ibukota pemerintahan di Putrajaya setelah dia meresmikan sebuah proyek lingkungan. ’’Sama sekali tidak ada tujuan seperti itu.’’ Dan saat ditanya tentang penyangkalan yang dilakukan Anwar, Badawi mengatakan bahwa hal itu lumrah. Sebagaimana pada setiap kasus, seseorang yang dituduh selalu mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak bersalah.
Baca Juga:
Di lain pihak, kepada keluarganya, Anwar pun mengakui kalau dirinya mengkhawatirkan nyawanya. Setelah masuknya gugatan tersebut, Anwar menginap di sebuah hotel. Lalu, kemarin sekitar tengah hari, dia berkunjung ke kantor Kedubes Turki. Hal itu diakui Tian Chua, juru bicara Partai Keadilan Rakyat yang didirikan Anwar. ’’Beliau melakukannya demi alasan keamanan dan bukannya untuk mencari suaka politik,’’ kata Tian Chua yang dihubungi melalui telepon. ’’Kami hanya ingin menjamin keamanan beliau.’’
’’Duta Besar (Turki) setuju untuk menjamin keamanan beliau,’’ kata Azmin Ali, seorang pengurus Partai Keadilan. Tentang hal ini, Kedubes Turki belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.
Wan Azizah Wan Ismail mengatakan bahwa suaminya itu kini berada di tempat persembunyian. Sebab, beberapa waktu sebelum bersembunyi, kata Wan Azizah, Anwar mendapatkan ancaman kematian. Apalagi, dia juga menuduh pemerintah sengaja menciptakan tuduhan itu.
Wan Azizah mengatakan bahwa dirinya mempunyai bukti yang membuktikan bahwa pelapor mempunyai hubungan dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Dalam konferensi yang digelar itu, Wan Azizah juga menunjukkan foto si pelapor, yang diidentifikasi sebagai Samsul Bahari, 23 tahun.
’’Kejadian ini merupakan konspirasi politik kedua,’’ ucap Wan Azizah Wan Ismail kepada reporter. ’’Ini merupakan upaya pembunuhan politik atas diri suami saya.’’
Bersamaan dengan diadakannnya konferensi pers itu, pendukung Anwar dan Partai Keadilan tidak tinggal diam. Mereka memperlihatkan solidaritasnya. ’’Kami akan turun ke jalan bila mereka (pemerintah) menangkapnya,’’ kata aktivis sosial Marvin Madahvan. Saat diadakan konferensi pers, sekitar 100 pendukung Partai Keadilan berkumpul di depan hotel. Mereka meneriakkan “Reformasi.”
KUALA LUMPUR – Pimpinan oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kembali tersangkut masalah hukum. Kasusnya pun sama, yakni sodomi. Kasus itu menjadi
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar