Diundang Kemenag, Cinta Laura Bicara Konflik Beragama di Indonesia

Dia menilai bahwa pemahaman yang terbatas dan pikiran yang tidak kritis menyebabkan orang-orang terjebak dalam pikirannya sendiri.
"Orang-orang terjebak dalam cara berpikir di mana mereka telah 'memanusiakan' Tuhan. Mereka merasa memiliki hak mendikte kemauan Tuhan, tahu pemikiran Tuhan, dan berhak bertindak atas nama Tuhan yang akhirnya seringkali berubah menjadi sifat radikal," kata Cinta Laura.
Dari perbincangan dengan Habib Husein Ja'far beberapa waktu lalu, aktris 28 tahun itu sepakat bahaya yang masyarakat Indonesia hadapi ialah mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan pribadi.
Tak hanya itu, menyesatkan generasi penerus bangsa dengan prinsip hidup yang sebenarnya tidak ada dalam kitab suci agama juga kerap terjadi.
Cinta Laura berpendapat bahwa hal itu terjadi akibat berbagai faktor. Salah satunya ialah kurangnya bimbingan terhadap masyarakat untuk memahami sebuah ajaran dengan akal kritis.
Menurutnya, itu salah satu faktor penting agar masyarakat tidak tersesat dalam cara berpikir mereka sendiri.
Perempuan berdarah Jerman-Indonesia itu juga membahas soal pentingnya menyeimbangi semua ilmu yang dipelajari dengan nilai yang ada dalam budaya, sains, atau lainnya.
"Fungsi agama satu, yaitu membimbing kompas moral manusia. Mengingatkan manusia untuk memperlakukan satu sama lain dengan hormat," ucap pelantun Guardian Angel itu.
Cinta Laura membacakan pidato berisi pandangannya sebagai anak muda terhadap konflik beragama di Indonesia.
- Resmi, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah Jatuh pada 31 Maret
- Kemenag Perkuat Integrasi Islam dan Sains di Bidang Kedokteran
- Gerakan 'Ubah Jelantah Jadi Berkah' Dukung Ekoteologi dan Keberlanjutan
- Tanggal Berapa Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025? Simak Penjelasan Kemenag
- UIN Jakarta Masuk QS WUR 2025, Kemenag: Sejalan dengan Internasionalisasi PTKI
- Kemenag Bersama Belasan LAZ Bersinergi Berikan Beasiswa Zakat untuk Pendidikan