Diusir Saat Berzikir, Ada yang Pingsan
Ia mengungkapkan, saat kejadian mereka sedang melakukan zikir dan salat. “Tiba-tiba masyarakat sini menyerbu dan mengusir kami," ujarnya dengan wajah sedih.
Jamaah lainnya bernama Rosmida (55), menyebutkan, mereka sudah dua tahun menjalankan ibadah. Jamaahnya dari berbagai daerah, tapi dari warga sekitar juga ada. “Kami beribadah setiap magrib,” ujarnya.
Para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Batubara, aparatur desa, dan kecamatan turun ke lokasi untuk meredam amarah masyarakat yang saat itu sempat memanas.
Jaliaman (56), warga Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara menerangkan, keresahan masyarakat terhadap ajaran itu karena para jamaah ajaran tersebut dianggap tidak bermasyarakat dan ajarannya dianggap menyimpang.
Kepala Desa Mekar Laras Muhammad Atan, mengakui bahwa masyarakat di desanya sudah lama meresahkan aktivitas ajaran yang ada di tempat itu.
"Selama ini masyarakat di sini sudah sangat diresahkan dengan ajaran agama yang sudah difatwakan oleh MUI Batubara itu sesat. Selama ini, kami sudah melarang, tapi mereka tetap membandel dan tetap maju terus menjalankan ajarannya. Kami juga sudah membuat surat ke MUI agar menghentikan ajaran dan menghentikan pembangunan rumah ibadah mereka ini," katanya. (wan/dro)
BATUBARA - Belasan jamaah tarekat naqsabandiyah dipaksa angkat kaki dari Dusun VII, Desa Mekar Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, Senin (1/6)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Niat Ingin Mengembalikan Handphone, Pedagang Pempek Malah Dimaki Dokter
- Polisi Berlakukan Contraflow di Tol Jagorawi Arah Jakarta
- Tim Gabungan Tutup Tambang Emas Ilegal di Pidie Aceh
- Banjir Rob Kembali Merendam Satu RT di Pluit Jakarta Utara
- Balita Terseret Arus di Surabaya Belum Ditemukan
- Sopir Bus Mengantuk Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan di Tol Cipularang