Diusut, Pemotongan Dana Pendidikan untuk Pemilukada
Kamis, 03 Maret 2011 – 19:48 WIB

Diusut, Pemotongan Dana Pendidikan untuk Pemilukada
JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan segera menyelidiki dugaan kasus pemotongan anggaran pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yang dialihkan untuk dna penyelenggaraan pemilukada. Sekretaris Jenderal Kemdiknas, Dodi Nandika mencurigai aksi pemotongan anggaran pendidikan untuk pemilukada ini merupakan ulah kongkalikong yang melibatkan pengguna anggaran, yakni Dinas Pendidikan setempat dan sekolah-sekolah. "Sangat dimungkinkan jika pemotongan itu diketahui dalam tanda petik, yakni diketahui oleh internal Pemda. Tapi tidak diketahui oleh publik. Maka dari itu, pengawasan yang akan kita lakukan, difokuskan pada sisi perencanaan anggaran yang harus benar-benar akurat dengan realisasinya. Sehingga, benar-benar memperkecil adanya kemungkinan mark-up, penggelembungan anggaran dan penyelewengan anggaran," jelas Dodi.
"Jika pemotongan dilakukan dari APBN tentu susah, karena APBN disalurkan langsung pada kementerian lembaga , diknas dan instansi lain. Nah, berarti mungkin saja, pemotongan itu dilakukan dengan adanya pendekatan atau kongkalikong terhadap pengguna, yakni sekolah dan dinas," ungkap Dodi kepada JPNN di Jakarta, Kamis (3/3).
Baca Juga:
Dodi mengatakan, jika pemotongan anggaran pendidikan itu benar terbukti dilakukan, maka sudah jelas bahwa ini adalah tindak korupsi dan manipulasi. Pasalnya, semua anggaran pendidikan yang disalurkan ke daerah itu sudah jelas peruntukkannya dan sudah ada di dalam DIPA-nya. Menurutnya, saat ini harus ada peningkatan pengawasan internal oleh Itjen, baik secara langsung atau bekerjasama dengan auditor eksternal, yaitu BPK, BPKP, KPK dan Bawasda.
Baca Juga:
JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan segera menyelidiki dugaan kasus pemotongan anggaran pendidikan yang dilakukan oleh
BERITA TERKAIT
- Bahlil Lahadalia Disanksi DGB UI, Kemdiktisaintek dan Pengamat Pendidikan Bersuara
- SPAN-PTKIN 2025, Jaring Calon Mahasiswa Bertalenta Tinggi, Siap Kerja
- Sidang Etik Dewan Guru Besar UI Minta Disertasi Bahlil Dibatalkan
- Ketua Umum Bhayangkari Pantau Penerapan MBG di SLB Gresik
- Pesantren Marjinal Buka Jalan Pendidikan dan Kewirausahaan
- Selaraskan Akademik & Spiritual, Madina Islamic International School Cetak Generasi Unggul