Djokovic Merasa Tidak Berdaya saat Ditahan di Australia

Novak Djokovic menggambarkan bagaimana rasanya ditahan oleh polisi perbatasan Australia sebelum dideportasi awal tahun ini.
Dalam rekaman yang belum pernah dirilis sebelumnya dari wawancara eksklusif dengan BBC, Djokovic mengatakan dia merasa tidak berdaya selama proses itu, karena visanya dibatalkan, kemudian dipulihkan, lalu dicabut lagi.
“Itu jelas tidak menyenangkan,” kata Djokovic.
"Saya tidak ingin duduk di sini dan mengeluh tentang kondisi di pusat penahanan itu karena saya tinggal di sana selama tujuh hari.
"Ya, saya memang merasa tidak berdaya. Ketika saya tiba, saya tidak diizinkan menggunakan ponsel saya selama tiga, empat jam. Saat itu tengah malam dari jam 1 pagi hingga jam 9 pagi. Saya tidak bisa tidur karena saya menjalani pemeriksaan setiap 30 menit sekali.
"Saya menjalani banyak, banyak sekali wawancara. Mereka mulai, dan kemudian berhenti, dan kemudian beristirahat, dan kemudian saya akan menunggu orang itu berbicara dengan atasannya sebelum kemudian dia akan kembali lagi. Dan itu berlangsung sepanjang malam."
Djokovic akhirnya diizinkan untuk berlatih.
Kalau dizinkan bertanding Djokovic sedang mengejar sejarah untuk menjadi petenis pertama di dunia yang merebut gelar grand slam ke-21, yang kemudian dicapai oleh petenis Spanyol Rafael Nadal.
Novak Djokovic menggambarkan bagaimana rasanya ditahan oleh polisi perbatasan Australia sebelum dideportasi awal tahun ini
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi