DKI Kewalahan Menghadapi Banjir

jpnn.com, JAKARTA - Banjir masih menjadi momok bagi Jakarta. Apalagi di musim hujan, seperti yang belakangan ini terjadi. Sejumlah daerah tak aman dari banjir dan genangan. Tak hanya itu, potensi longsor juga mengancam di beberapa titik di Jakarta Barat.
Camat Kebon Jeruk Abdullah membantah bila wilayahnya banjir. Dia mengklaim sebelum subuh kemarin, genangan yang terjadi di wilayahnya telah menyurut. "Kalau banjir kan berhari-hari. Ini mah beberapa jam juga dah surut," kilah Abdullah, Selasa (4/12) siang.
Sebelumnya, genangan setinggi pinggang orang dewasa merendam kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (3/12) sore. Beberapa titik, mulai jalan Arjuna Selatan, Kedoya dan pemukiman warga RT 04/04, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Menjadi lokasi yang paling dikeluhkan sejumlah warga dan pengendara.
Kondisi tersebut, membuat lalu lintas di kawasan itu lumpuh. Kendaraan tidak berani melintas lantaran genangan membuat jalan terendam. Arus terpaksa dialihkan oleh petugas.
Mengenai banjir di Jalan Arjuna Selatan, Abdullah mengatakan, itu karena mesin pompa yang tak berfungsi. Sejak dua hari lalu, gardu PLN di kawasan itu meledak, membuat mesin pompa mati. "Pompa air akhirnya tak berfungsi," sambung Abdullah.
Namun, Abdullah mengklaim, genangan tidak berlangsung lama. Sejak pukul 03.00 WIB lalu, genangan di kawasan tak terlihat lagi, jalanan kembali kering, lalu lintas kembali normal. "Tidak ada banjir sepinggang orang dewasa," tuturnya.
Meski demikian, Hendra, 43, warga RT 04/04, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, meminta Camat Kebon Jeruk itu untuk melihat rumahnya. Ia mengatakan, di daerahnya terjadi banjir setinggi paha orang dewasa. "Bisa liat sendiri, bagaimana kemarin. Makanya cek lapangan," kesal Hendra. Dia mengaku bila banjir yang terjadi di rumahnya bukanlah kali pertama. Banjir di kawasan itu sering terjadi di saat musim hujan datang.
Data Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) menyebutkan ada 129 kelurahan di Jakarta berpotensi terendam banjir di musim hujan. Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, ada sepuluh lokasi berpotensi longsor tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. “Kami kewalahan mengantisipasi banjir di Jakarta Timur,” ujar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Mustajab kepada INDOPOS, Selasa (4/12).
Banjir masih menjadi momok bagi Jakarta. Apalagi di musim hujan, seperti yang belakangan ini terjadi. Sejumlah daerah tak aman dari banjir dan genangan.
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Pram-Rano Cairkan Bansos Rp 900 Ribu untuk Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran
- 43 Tahun Sarana Jaya: Mengukir Prestasi dengan Kinerja Positif
- Banjir di Jakarta Meluas & Merendam 34 RT
- IKA UII Bantu Pemprov DKI Tangani Korban Banjir Jakarta