Dokter Hewan di Australia Meminta Lebih Banyak Kucing yang Menyumbangkan Darahnya

"Saya menerima telepon yang menanyakan, 'Seberapa cepat Anda bisa membawa Hugo ke klinik? Kami punya kucing yang cukup sakit dan butuh sumbangan darah'," kata Anne.
"Kucing yang sakit itu memiliki masalah autoimun dan tidak memberikan respon dari pengobatan yang diterimanya. Jadi donor darah bisa membantu menyelamatkan hidupnya."
Dibutuhkan lebih banyak donor darah kucing
Seorang dokter hewan di Queensland, Graham Lauridsen, mengatakan secara umum persediaan darah kucing sangat sedikit.
Ia ingin agar lebih banyak lagi pemilik kucing untuk mendaftarkan kucing-kucing mereka menjadi pemberi donor.
Menurutnya, persediaan darah selama keadaan darurat adalah soal hidup atau mati kucing.
"Ada beberapa contoh dalam beberapa tahun terakhir di mana kebutuhannya sangat krusial. Kami mengatakan kepada pemiliknya, 'Hewan Anda membutuhkan transfusi darah. Kami akan mencoba mendapatkannya jika kami bisa' ," katanya.
"Sudah ada beberapa kucing mati dalam beberapa tahun terakhir, karena kami belum punya kesempatan memberikan mereka transfusi darah."
Dr Lauridsen mengatakan jumlah pendonor darah kucing jauh lebih sedikit daripada pendonor anjing, sehingga ia harus kreatif dalam menyelamatkan satu nyawa kucing ketika darah kucing yang cocok tidak tersedia.
Hugo adalah seekor kucing yang mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan kucing lain
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana