Doping Ternyata Tidak Signifikan Tingkatkan Penampilan Atlet

Mengkonsumsi zat atau obat yang dapat meningkatkan penampilan alias doping tampaknya tidak benar-benar menguntungkan kinerja atlet sebanyak yang diduga selama ini. Itulah kesimpulan dari sebuah studi terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti di Universitas Adelaide.
Dengan meningkatnya teknologi termasuk sepatu, pakaian olahraga, lapangan baru dan juga uang, Dr Hermann jadi mempertanyakan mengapa tidak ada peningkatan kinerja atlet yang masiv."Kami kira dari tahun 1930an ketika olahraga menjadi semakin profesional kita akan melihat ada peningkatan penampilan atlet yang lebih besar, tapi ternyata catatannya relatif stagnant atau tidak banyak berbeda,'
Tapi Dr Hermann mengakui bagi beberapa individu, seperti atlet pebalap sepeda yang memalukan, Lance Armstrong, doping yang dikonsumsinya memang benar-benar memberikan manfaat yang signifikan tapi curang bagi prestasi olahraganya.
"Menurut saya pertanyaan besarnya dalah apakah mereka memiliki metode doping yang memang terbukti secara ilmiah,' katanya.
"Jika benar demikian .. maka dokter dan praktisi medis ada dibalik kebiasaan doping mereka, dan kemungkinan mereka jadi memiliki peluang untuk menguntungkan penampilan mereka,'
Dr Hermann menambahkan sulit untuk membedakan apakah seorang atlet memang prestasinya karena pengaruh doping atau memang karena bakat alami mereka.
Lance Armstrong, tidak diragukanlagi merupakan atlet yang paling terkenal dengan kecurangannya, dan hanya menunjukan sedikit rasa penyesalannya ketika diwawancarai Oprah setelah kasus dopingnya terkuak, ketika itu amstrong mengatakan dia tidak merasa melakukan hal yang salah ketika mengkonsumsi doping tersebut, dan dia juga tidak merasa malu sama atau seperti orang yang tidak melakukan kecurangan saja.
Dr Hermann meyakini perilaku semacam itu sangat memprihatinkan.
Mengkonsumsi zat atau obat yang dapat meningkatkan penampilan alias doping tampaknya tidak benar-benar menguntungkan kinerja atlet sebanyak yang
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi