Dorodjatun: Pemerintah Gagal Jangan Dipilih Lagi
Sabtu, 14 Maret 2009 – 15:10 WIB
Karenanya mantan Dubes RI di AS itu mengajak masyarakat tetap aktif menggunakan hak pilihnya meski kecewa dengan pemerintah. Alasannya, Pemilu saat ini merupakan momentum tepat untuk menilai pemerintah. "Jadi kalau pemerintah dianggap gagal, ya jangan dipilih lagi," cetusnya.
Baca Juga:
Djatun justru berharap agar pemilu yang dibiayai dengan banyak dana itu tidak mubazir lantaran banyak yang golput. Berdasar pengalaman saat menjadi Menko Perekonomian, Djatun harus mengalokasikan dana besar untuk membiayai Pemilu.
"Pada Pemilu 2004, saya harus cari dana 700 juta dolar AS, 250 ribu lebih unit komputer dan 600 ribu ton kertas. Saya dan Boediono (Menteri Keuangan era Presiden Megawati) sampai jungkir balik. Alkhamdullillah Pemilu sukses dan tidak berdarah-darah seperti yang banyak diramalkan," urainya.
Ihwal pesimisme terhadap calon-calon legislatif, Dorodjatun menawarkan perlunya parpol menggelar leadership training caourse. Tujuannya, agar para wakil rakyat lebih memahami persoalan dan paham dengan aturan yang ada. "Faktanya, masih banyak politisi yang tak paham undang-undang. Bisa saja ada training course soal otonomi, perpajakan atau aturan-aturan lainnya," ucapnya.
JAKARTA - Mantan aktifis Malari yang pernah dipercaya sebagai Menko Perekonomian di era presiden Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kunjoro-Jakti
BERITA TERKAIT
- Mensos Gus Ipul Beri Bantuan Biaya Perbaikan Rumah Kepada Korban Longsor di Padang Lawas
- ASR Komitmen Bangun Penegakkan Hukum Transparan & Adil di Sultra
- Hendri Satrio jadi Ketua IKA FIKOM Unpad
- Info Terkini OTT KPK yang Menyeret Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
- Pertamina Eco RunFest 2024: Carbon Neutral Event untuk Kampanye Sustainable Living
- Sambut Akhir Tahun, ASDP Bakal Hadirkan Konser Musik di Kawasan BHC