Dorong Konservasi Nikel, APNIPER for Sustainability Susun Peta Jalan Mineral ke Metal

Atas pertimbangan tersebut, Hendra mengungkapkan APNIPER for sustainability akan menyusun sebuah Peta Jalan Mineral ke Metal.
Pihaknya akan mengundang seluruh stakeholder, mulai dari pakar, pemerintah pusat dan daerah serta industri untuk merumuskan kebijakan agar industri nikel berkelanjutan.
"Peta Jalan Mineral ke Metal akan disusun Apniper for sustainability untuk kontribusi ke pemerintah. Dan para stakeholder sebagaimana mineral kita, khususnya nikel ini, bisa dikonservasi, diolah, dimanfaatkan untuk jangka panjang," jelas Hendra.
"Hal ini sejalan dengan harapan Jokowi yang menginginkan Indonesia menjadi pemain utama di ekosistem baterai lithium dunia," tutupnya.
Hal senada disampaikan Wakil Sekjen APNIPER for sustainability, Achyar Al Rasyid.
Dirinya memaparkan tiga hal tata kelola dalam road map mineral to metal.
Pertama adalah tata kelola pertambangan, sehingga pertambangan dilakukan secara efektif dan efisien untuk mengoptimalkan saprolite maupun limonite.
Kedua adalah tata kelola industri. Terakhir adalah tata kelola niaga atau perdagangan.
Bijih nikel kadar tinggi di atas 1,5 persen atau saprolite diperkirakan cadangan hanya cukup untuk sekitar 25 tahun ke depan atau bahkan kurang dari 20 tahun
- Pro dan Kontra Soal Usulan Revisi Tarif Royalti Komoditas Mineral
- Telkom Kembangkan Kramat di Purbalingga jadi Desa Wisata Berbasis Konservasi
- FINI Menolak Wacana Kenaikan Royalti Nikel, Soroti Dampak Ekonomi
- Ketum PB HMI MPO Minta Polda Sulteng Tindak Tegas Penambang Ilegal di Poboya
- ASPEBINDO Sarankan Masa Peralihan Penetapan HBA dan HMA untuk Daya saing Usaha Pertambangan
- ABM Investama Komitmen Terhadap Bisnis Keberlanjutan