DPD: Beda dari Tujuan Awal, Pesimistis Pilkada Serentak Bisa Digelar 2028

JAKARTA - Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam pesimistis konsep pilkada serentak 9 Desember 2015 di 21 kota/kabupaten di Jawa Tengah, bisa diterapkan lagi di pilkada tahun 2028 yang rencananya akan diadakan di seluruh Indonesia.
"Saya pesimis saja bahwa pilkada serentak di kota dan kabupaten di Jawa Tengah bisa bertahan hingga terlaksananya pilkada serentak nasional tahun 2028," kata Akhmad Muqowam, di Gedung DPD RI, Senayan Jakarta, Rabu (2/12).
Salah satu alasan bahwa pilkada serentak tidak akan bertahan hingga 2028 lanjut Moqowam, karena dalam praktiknya pilkada serentak Desember 2015 ini ternyata jauh lebih boros.
"Tujuan pilkada langsung dan serentak adalah terciptanya pilkada yang efisien dan murah. Ternyata justru menelan biaya yang lebih besar," tegas senator asal Provinsi Jawa Tengah ini.
Menurut Muqowam, terjadi in-efisiensi pada pilkada sekarang ini. "Biaya kampanye dan penggandaan serta pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon dilakukan oleh KPU dengan anggaran APBD. Ini tentu memberatkan keuangan APBD," tegasnya.
Karena itu, DPD RI menyarankan biaya kampanye dan penggandaan alat peraga pasangan calon tidak dibebankan kepada KPUD.
"Di samping menyita waktu dan menimbulkan banyak masalah bagi KPUD beserta jajarannya, juga memboroskan uang negara," pungkasnya.(fas/jpnn)
JAKARTA - Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam pesimistis konsep pilkada serentak 9 Desember 2015 di 21 kota/kabupaten di Jawa Tengah, bisa diterapkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump